Malaysia Caplok Camar Bulan
Istana Jawab Polemik Gelar Bintang ke Raja Malaysia
Pihak Istana Kepresidenan melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, menjawab mengenai polemik penganugerahaan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan melalui Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha, menjawab mengenai polemik penganugerahaan "Bintang Adipurna" yang diberikan oleh Presiden SBY kepada Yang Dipertuan Agong XIII Malaysia, Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin Ibni Al-Marhum Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (16/10/2011), sore.
Ini menjadi polemik di tengah isu pencaplokan wilayah teritorial Indonesia oleh Malaysia, terkait patok perbatasan di Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
"Ini adalah penghargaan tertiggi yang diberikan oleh negara. Bapak Presiden pernah mendapatkan penghargaan bintang tertinggi dari kerajaan Malaysia pada tahun 2008. Dan ini adalah suatu resiprokal dan pemberian bintang penghargaan yang lazim diberikan antara dua negara yang bersahabat,"kata Julian.
Soal dugaan pencaplokan perbatasan oleh Malaysia, Julian mengatakan benarbahwa ada beberapa hal yang dibicarakan di tingkat kementerian luar negeri antara kedua negara terkait itu.
"Kami sedang mencari pemahaman yang lebih baik antar kedua negara. Sejauh ini memang tidak ada masalah yang substansial dalam hal tapal batas antar kedua negara. Kita tahu beberapa waktu lalu kita juga membicarakan tentang pergeseran tapal batas atau sengaja dirubah tapal batas itu bukan karena kesengajaan,"kata dia.