Malaysia Caplok Camar Bulan
1.000 Persen Malaysia Tak Caplok Camar Bulan
Isu pergeseran patok dan pencaplokan Camar Bulan dan Tanjung Datu mendorong Komisi II meninjau lokasi. Hasil temuan mereka
TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Isu pergeseran patok dan pencaplokan Camar Bulan dan Tanjung Datu mendorong Komisi II meninjau lokasi. Hasil temuan mereka, tak ada patok kedua wilayah ini digeser atau dicaplok Malaysia. Temuan ini meluruskan informasi sebelumnya yang menyebut Malaysia mencaplok wilayah itu.
"1000 persen tidak ada pencaplokan oleh Malaysia terhadap wilayah Indonesia di Tanjung Datu dan Camar Bulan. 1000 persen pula tak ada pergeseran patok perbatasan yang ada di sana," ujar politisi Demokrat Ramadhan Pohan saat dihubungi wartawan, Senin (17/10/2011).
Menurut Ramadhan, dari pantauan Komisi II, tak ada warganegara Indonesia yang secara defacto maupun dejure tinggal di wilayah caplokan Malaysia.
Dalam tinjauannya, lima anggota DPR-RI dari Panja Perbatasan Komisi II ditemani langsung Pangdam Tanjungpura Mayjen Geerhan Lantara dan Kapolda Kalbar menjadi saksi tak ada pencaplokan maupun pergeseran patok perbatasan.
Peninjauan mereka langsung pada patok perbatasan A-104 dan A-54 dan A-53 yang berada di dusun Camar Bulan di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalbar. Hasilnya, tak ada pergeseran patok batas, atau tak ada wilayah Indonesia yang direbut Malaysia.
Ramadhan menjelaskan, separuh wilayah Tanjung Datu, dan Camar Bulan milik Indonesia dan Malaysia. Mereka yang berada di wilayah Indonesia, kata Ramadhan, tetap mencintai NKRI dan tak ada satu pun yang pro-Malaysia.
"Jika ada berita yang mengatakan ribuan laskar Malaysia di Camar Bulan wilayah Indonesia, itu insinuasi. Kalau ada wilayah kita dicaplok di sini, itu berarti (Pangdam Tanjungpura Mayjen Geerhan Lantara) Geerhan sudah mati atau Geerhan jadi pengkhianat. Bersama ribuan pasukan saya di Kalbar ini, tidaklah mungkin membiarkan ada wilayah kita dicaplok atau diserobot," begitu kata Geerhan ditirukan Ramadhan.