Jumat, 29 Mei 2026

Cirus Sinaga Diadili

Keluarga tak Terima Cirus Sinaga Divonis Lima Tahun Penjara

Menurut Petra, vonis yang dijatuhkan kepada adiknya itu tidak adil, selain tentu saja, terlalu berat

Tayang:
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Yudie Thirzano

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tangis wanita itu pecah bahkan sebelum kakak kandungnya, Cirus Sinaga, menjalani persidangan yang beragendakan pembacaan vonis. Terisak-isak, ia melepas saudaranya menuju panggung penghukuman.

Mendengarkan pembacaan vonis hingga selama sekitar satu jam, wanita itu masih tampak tegar. Pun ketika besaran vonis untuk saudaranya sudah dijatuhkan, si wanita berambut ikal panjang itu, masih tetap tegar.

Sekitar setengah jam lamanya ketegaran itu menaungi si wanita. Setelahnya, tangisnya kembali pecah. Kali ini, lebih hebat dari sebelumnya. Tisu dijadikannya alat pengapus air mata yang membasahi pipinya. Wanita itu diketahui sebagai adik Cirus.

Dalam sidang terakhir ini, Cirus memang ditemani banyak anggota keluarga. Sang kakak, Opu Petra Sinaga, salah satunya. Namun hanya beberapa di antara mereka yang tangisnya tumpah. "Pihak keluarga si tidak begitu merelakan. Dia kan ada atasannya. Itu yang saya bingung. Padahal kan ada atasannya. Ya kita tidak terima saja," ujar Petra menanggapi vonis lima tahun bagi adiknya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (25/10/2011).

Menurut Petra, vonis yang dijatuhkan kepada adiknya itu tidak adil, selain tentu saja, terlalu berat. Meski demikian, pihak keluarga tetap menghormati vonis itu. "Ya gimana ya, kita ikutin saja keputusan pengadilan," ucapnya.

Tak hanya kakak dan adik, dalam persidangan hari ini, Cirus juga didampingi istri tercinta. "Istrinya hanya sebentar tadi. Dia nggak naik ke atas. Cuma di bawah. Takut (diliput) sama wartawan," imbuh Petra.

Sementara itu, Cirus, jaksa non aktif yang sebelumnya teramat emosional menjalani persidangan beberapa waktu lalu itu, tampak tenang mendengarkan bait demi bait amar putusan Majelis hakim. Tak ada air mata. Tak ada kemarahan.

Cirus terduduk tenang selama pembacaan vonis berlangsung. Hanya raut wajahnya yang berubah menjadi sedikit masam manakala pembacaan vonis itu sampai disaat penyebutan besaran hukuman yang harus dilaluinya. Sementara sebelum sidang, Cirus juga tetap tenang menanti vonis. Dia bahkan menyempatkan diri menghaturkan doa ke Yang Maha Kuasa bersama-sama dengan keluarga besar dan tim penasihat hukumnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved