Negara Islam Indonesia
Pepi Fernando Kecewa dengan Panji Gumilang
Tersangka dalang teror bom buku dan bom di Serpong Pepi Fernando (32 tahun) pernah menjadi bagian organisasi Negara Islam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka dalang teror bom buku dan bom di Serpong Pepi Fernando (32 tahun) pernah menjadi bagian organisasi Negara Islam Indonesia (NII). Pendiri NII Criris Center, Ken Setiawan mengungkap, Pepi adalah anggota NII yang kemudian keluar dari NII KW IX pimpinan Panji Gumilang, lantaran kecewa.
"Saya tak kenal dekat dengan Pepi. Tapi, dari informasi yang saya dapat, Pepi kecewa dengan Panji Gumilang, kemudian memilih caranya sendiri untuk mewujudkan negara Islam," cerita Ken Setiawan kepada tribun, Jumat (04/11/2011).
Pepi Fernando memutuskan keluar dari NII. Kemudian, cerita Ken, Pepi bergabung dengan NII faksi lain, disebut Tahmid atau faksi yang berhubungan langsung dengan pendiri NII, Kartosuwiryo.
Pepi merasa, Panji Gumilang banyak yang tidak beres dalam perjuangannya sehingga memutuskan keluar. Meski, satu visi dengan cara yang berbeda, Namun, sama-sama memilik musuh yang sama yaitu NKRI, akhirnya tidak saling menjelekkan satu sama lain," cerita Ken.
Ken menceritakan, NII versi Tahmid, masih dilakukan oleh beberapa putra Kartosuwiryo. Hanya Sudjono, putra Kartosuwiryo yang menyatakan tidak ikut.
"NII, sampai saat ini masih terus bergerak. Tetap bergerak dengan cara bawah tanah. Tapi, tidak dengan cara atau modus cuci otak, melainkan melalui organisasi maupun perkumpulan-perkumpulan. Yang intinya, dengan perkumpulan yang dibentuk, tetap mudah para anggotanya dicuci otak," tutur Ken Setiawan.