Minggu, 26 April 2026

Pembantaian Mesuji

Kabareskrim Ragu Ada Kepala Petani Dipenggal di Mesuji

Kabareskrim, Komjen Sutarman memastikan Polri akan menelusuri kebenaran video tersebut guna meluruskan peristiwa yang terjadi

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Yudie Thirzano

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen (Pol) Sutarman mengaku telah menerima video tentang dugaan pembantaian petani di Mesuji, Lampung, sebagaimana aduan warga ke DPR. Namun, ia ragu adanya kebenaran pemenggalan kepala warga yang ada di video tersebut.

Sutarman justru membantah adanya pemenggalan tersebut. "Pemenggalan enggak ada. Makanya, kami cari dari mana sumbernya. Kalau kami bicara logika, masa iya sih orang sadis begitu," kata Sutarman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/12/2011) malam, sebelum mengikuti rapat dengan Komisi III.

Sutarman memastikan Polri akan menelusuri kebenaran video tersebut guna meluruskan peristiwa yang terjadi. "Jangan bicara dari sisi kepentingan tertentu, tapi berdasarkan fakta," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, Rabu pagi, keluarga korban petani yang diduga dibantai pihak keamanan perusahaan sawit milik Warga Negara Malaysia, PT Silva Inhutani, mengadu ke Komisi III DPR.

Menurut mereka, sejak 2009 ada 30 petani dibunuh dengan cara disembelih dan disayat-sayat oleh pihak Pam Swakarsa PT Silva.

Konflik bermula saat PT Silva membuka lahan untuk menanam kelapa sawit dan karet pada 2003, yang selalu ditentang masyarakat setempat. Akhirnya, PT Silva membentuk PAM Swakarsa yang juga dibekingi aparat kepolisian untuk mengusir penduduk. Pascaadanya PAM Swakarsa terjadilah beberapa pembantaian sadis dari tahun 2009 hingga 2011.

Saat mengadu ke Komisi III tersebut, mereka menayangkan video pembantaian sadis para petani tersebut. Polda Lampung membantah adanya pembantaian petani di wilayahnya kendati ada nama daerah bernama Mesuji. Polda Lampung mengakui terjadi konflik masyarakat dengan petugas keamanan perusahaan sawit pada 21 April 2011 lalu, yang mengakibatkan 2 warga dan 5 karyawan meninggal dunia. Namun, lokasi kejadian berada di Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang masuk wilayah Sumsel, bukan Lampung.

Ada kasus bentrokan yang terjadi di Kecamatan Mesuji, Sumsel, dan Kabupaten Mesuji, Lampung. Perisitwa lain berupa penggusuran juga sempat terjadi di Desa Pelita Jaya, Mesuji, yang diklaim PT Silva Inhutani sebagai kawasan Register 45, yang menewaskan Made Aste pada 6 November 2010. Namun, peristiwa ini belum ada pihak yang menjelaskan, termasuk kepolisian.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved