Aksi Bakar Diri
Bagai Binatang, Kami Diburu Polisi Bersenjata Laras Panjang
Unjukrasa mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (14/12/2011) sore, berakhir ricuh
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Unjukrasa mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) di Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (14/12/2011) sore, berakhir ricuh.
Humas Aksi, Alit Kustijar dalam keterangan persnya, Rabu (14/12/2011) di Universitas Bung Karno (UBK) menilai bahwa ricuhnya aksi mahasiswa karena sikap polisi yang lebih represif terlebih dahulu kepada pengunjuk rasa.
"Pukul 12.45 WIB sudah berkumpul, lalu pukul 15.35 polisi sudah mulai merapat ke arah kami, tepat pukul 16.00 WIB Polisi sudah siap bersiaga menyiapkan tameng dan gas air mata, tiba-tiba selang 5 menit polisi mengeluarkan gas air mata ke arah massa aksi dan melepaskan tembakan peluru karet kearah kami hingga ke kampus," ujar Alit menjelaskan.
Lebih lanjut, kata Alit, sedikitnya ada 10 polisi yang memburu pengunjuk rasa dengan senjata berlaras panjang hingga ke kampus UBK.
"Kami diburu oleh mereka layaknya memburu binatang. Polisi-polisi itu dengan pistol laras panjang terus melepaskan pelurunya ke arah barisan massa, kami juga sempat lihat banyak teman kami yang tidak dapat menyelamatkan diri karena kena gas air mata, mereka diinjak-injak dan dipukuli," tutur Alit.
Sementara akibat bentrokan tersebut dikabarkan Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Yoyol terluka di bagian kepala dan telah mendapatkan perawatan di RSCM karena terkena lembaran batu. Sedikitnya 10 orang mahasiswa UBK telah diamankan polisi untuk diperiksa di Markas Polda Metro Jaya.