Jumat, 10 April 2026

Pembantaian Mesuji

Polri: Video Pembantaian Petani Hasil Penggabungan

Polri menyatakan gambar pada video yang diputar di DPR tentang korban tewas akibat bentrok warga Desa Sosong

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri menyatakan gambar pada video yang diputar di DPR tentang korban tewas akibat bentrok warga Desa Sodong dan karyawan PT Sumber Wangi Alam (SWA) di Kecamatan Mesuji, Sumatera Selatan, pada 21 April 2011, adalah hasil penggabungan dengan sejumlah kejadian serupa di Lampung.

Bentrok di Sumsel tersebut mengakibatkan 5 karyawan PT SWA dan 2 warga meninggal dunia. Dua korban dari pihak karyawan PT SWA tewas dengan kepala dipenggal oleh warga.

"Video ini dicampur dengan peristiwa di Lampung, di Mesuji di Lampung," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag) Divisi Humas Polri, Kombes (Pol) Boy Rafli Amar, di Jakarta, Kamis (15/11/2011).

Sementara untuk kejadian serupa di Kabupaten Mesuji, Lampung, ada dua kejadian serupa, yakni bentrok antara warga dan Pam Swakarsa perusahaan kebun sawit PT Silva Inhutani pada Nopember 2010 dan bentrok antara warga dengan pihak PT BSMI pada 10 Nopember 2011. Kedua kejadian itu masing-masing mengakibatkan seorang warga tewas tertembak peluru polisi karena melakukan perlawanan kepada petugas.

Baik kejadian bentrok di Sumsel maupun di Lampung, dipicu sengketa lahan sawit antara warga setempat dengan pihak perusahaan.

Sebagaimana diberitakan, Rabu (14/12/2011) kemarin, warga Lampung yang mengaku keluarga korban petani yang diduga dibantai pihak pengamanan perusahaan sawit PT Silva Inhutani, mengadu ke Komisi III DPR.

Menurut mereka, sejak 2009 hingga 2011, ada 30 petani yang dibunuh oleh pihak pengamanan Pam Swakarsa PT Silva. Bahkan, mereka membawa barang bukti yang cukup mencengangkan, yakni berupa video pembantaian yang diduga dilakukan aparat Brimob.

Sebagai juru bicara Polri, Boy membantah adanya keterlibatan anggota brimob setempat yang melakukan pemenggalan kepala. Sebab, sekitar ratusan petugas Brimob datang ke lokasi bentrok setelah kejadian.

"Tidak ada polisi yang memenggal warga. Tidak ada petugas yang melakukan pemenggalan polisi. Polisi datang setelah kejadian untuk melakukan pengamanan," jelasnya.

Saat ini, kata Boy, Polri baru sebatas mencari tahu kebenaran isi video tersebut dengan maksud meluruskan kasus yang sebenarnya terjadi. Namun, ke depan, Polri akan menyelidiki motif digabung-gabungkannya gambar di video tersebut.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved