Minggu, 31 Agustus 2025

Bentrok di Bima

Polisi Bantah Tembak Warga Bima Pakai Peluru Tajam

Pihak kepolisian membantah membubarkan massa yang melakukan unjuk rasa di Pelabuhan Ferry Sape dengan peluru tajam.

Editor: Ade Mayasanto
zoom-inlihat foto Polisi Bantah Tembak Warga Bima Pakai Peluru Tajam
Tribun Timur/Muhammad Abdiwan/Tribun Timur/Muhammad Abdiwan
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution menjelaskan impelementasi UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di tubuh Polri dalam pertemuan dengan wartawan di Hotel Grand Clarion, Makassar, Rabu (14/12). Impelementasi UU tersebut menjadikan Polri semakin terbuka terhadap masyarakat dan berbeda dengan masa Orde Baru. (TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN)

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian membantah membubarkan massa yang melakukan unjuk rasa di Pelabuhan Ferry Sape dengan peluru tajam.

"Kita dalam rangka menghadapi massa anarkis pendekatan persuasif kita imbau, kalau ada perlawanan kita pakai peluru hampa, ya pakai peluru hampa,"ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol, Saud Usman Nasution saat wawancara dengan TV One, Sabtu (24/12/2011).

Menurut Saud, ada dua korban yang tewas dalam bentrokan berdarah tersebut. Dua yang meninggal dunia itu dikabarkan mengalami luka terbuka akibat benda tumpul.

"Mengecek luka tembak ke tubuh korban, hanya otopsi luar tidak ada otopsi dalam. Luka terbuka benda tumpul,"jelasnya.

Lebih jauh Saud menambahkan, dibubarkannya massa demonstran dilakukan karena sudah menganggu kepentingan umum dengan menduduki pelabuhan penyeberangan Ferry,di daerah Sape. Terlebih lagi saat ini sedang ramai jelang peringatan Natal dan Tahun Baru.

"Itu kepentingan publik, tapi kenyataannya memakai perempuan dan anak sebagai tameng, sehingga korban adalah anak-anak, semua pengunjuk rasa diangkut ke Polres banyak perlawanan, kemudian diserahkan tindakan tegas sesuai Protap 01. Tiga orang provokator HS, alias KO, SY mengamankan pengunjuk rasa 37, 25 laki-laki, 6 anak, 5 wanita dewasa,"jelas Saud.

Polisi kata Saud juga menyita 10 buah parang, sabit, tombak, bom molotov, botol berisi bensin.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan