Sabtu, 30 Agustus 2025

Bentrok di Bima

Komnas HAM: Perut Demonstran di Bima Dilindas Motor Polisi

Seorang korban luka kekerasan bahkan sempat merasakan dilindas dengan motor trail oleh anggota polisi

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Yudie Thirzano
zoom-inlihat foto Komnas HAM: Perut Demonstran di Bima Dilindas Motor Polisi
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Massa gabungan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi bersama beberapa organisasi kemahasiswaan lainnya menggelar aksi solidaritas di depan Istana Negara Republik Indonesia, Jakarta, Minggu (25/12/2011). Mereka menyuarakan penentangannya terhadap kasus pelanggaran HAM di Bima, Nusa Tenggara Barat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tindakan represif yang dilakukan polisi saat mengamankan massa di Bima Nusa Tenggara Barat menghasilkan korban dalam tiga kategori, yakni meninggal dunia, korban luka tembak dan korban luka kekerasan. Seorang korban luka kekerasan bahkan sempat merasakan dilindas dengan motor trail oleh anggota polisi.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komnas HAM sekaligus Ketua Tim Pemantau dan Penyidikan bentrok di Bima, Ridha Saleh, saat menggelar jumpa pers di kantor Komnas HAM, Selasa (3/1/2012). Dikatakannya, warga Bima bernama Syahbudin (31) menjadi korban kekerasan setelah dilindas dengan motor trail oleh seorang anggota polisi tanpa alasan yang jelas.

"Perut korban (Syahbudin) sempat dilindas dengan motor trail oleh seorang anggota polisi yang berpakaian lengkap dan membawa senjata. Saat dibawa ke ambulans, korban juga masih mendapatkan pemukulan dan tendangan, yang menyebabkan mulutnya berdarah," terang Ridha.

Ridha menjelaskan ada juga seorang warga bernama Awaludin Anas (22) yang masih dipukul dan diinjak setelah tidak dapat lari dari kepungan polisi karena kakinya telah tertembak.

"Foto-foto ini adalah korban kekerasan polisi. Yang luka di kepala itu, karena dipukul dengan ujung pistol," kata Ridha sambil menunjukkan foto dan rekaman video tindakan represif polisi saat bentrok di Bima.

Komnas HAM dalam kesempatan tersebut, juga membeberkan fakta ada seorang warga Bima yang sudah pingsan karena dipukuli, masih ditembak dari jarak dekat dan mengakibatkan luka di paha kanan.

"Yang sudah pingsan kemudian ditembak itu namanya Hasanudin (38). Ia dipukul dengan senjata pada bagian alis kiri. Dipukul dengan ujung pistol pada bagian kepala atas, kemudian diseret yang menyebabkan punggung luka. Saat tidak sadar, korban masih ditembak dari jarak dekat dan luka pada paha kanan," tandasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan