Rabu, 27 Mei 2026

Pilot Pesta Narkoba

Sudah Dua Kali BNN Tangkap Pilot Lion Air Lagi Nyabu

Penangkapan pilot Lion Air bernama Hanum Adhyaksa oleh BNN bukan pertama. BNN pernah menangkap pilot Lion Air di Tangerang.

Tayang:
Penulis: Y Gustaman

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penangkapan terhadap pilot Lion Air bernama Hanum Adhyaksa oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di  Grand Clarion Makassar, Selasa (10/1/2012) pukul 00.00 WIT, kemarin, bukan pertama kalinya. Sebelumnya BNN telah menangkap pilot Lion Air di Tangerang, Banten, berapa waktu lalu.

"BNN sudah dua kali menangkap pilot Lion Air. Yang pertama kini tangani Pengadilan Negeri Tangerang,"ujar Kepala Humas BNN Sumirat Dwiyanto kepada wartawan di ruangannya, Kantor BNN, Cawang, Jakarta, Kamis (12/1/2012.

Menurut Sumirat, pihaknya langsung membawa Hanum, beserta tiga orang bersamanya, yakni pengusaha Makassar Andi Hendra, dan dua pemakai lainnya, ke Jakarta, Rabu pagi. Peran keempatnya kini sedang ditangani penyidik BNN dalam waktu 3 X 24 Jam.

Keberhasilan BNN menangkap Hanum Cs setelah penguntitan selama tiga minggu. Awalnya, informasi Hanum suka memakai sabu diketahui dari laporan masyarakat. Setelah itu tim BNN langsung mengkonsolidasikan dengan mengikuti gerak-gerik Hanum sampai tertangkap.

Penangkapan kemarin langsung dipimpin langsung Direktur Narkotika Alami BNN Brigjen Polisi Benny Mamoto, didampingi sejumlah anggotanya. Barang bukti disita dari pelaku, beberapa paket sabu dan alat hisap yang digunakan pelaku bersama Hendra, dan dua rekan wanitanya.

Sedang pilot Lion Air yang menjalani sidang Moh Nasri. Ia didakwa sebagai pemakai narkoba jenis sabu dan pil ekstasi. Nasri ditangkap petugas saat berpesta sabu bersama Imron dan Husni Thamrin co pilot, di apartemen Modern Golf, lantai 6 kamar 7, Kota Tangerang.

Saat penggrebekan petugas mendapati pil ekstasi di saku baju, dan sabu di dasinya. Nasri mengaku pil ekstasi miliknya sempat dikantongi saat terbang ke Surabaya. Ia berdalih tak tahu kenapa sabu terselip di dasinya yang biasa dipakai saat berdinas sebagai pilot.

Dikatakan Husni, ketika akan menerbangkan pesawat ke Surabaya ditelpon Husni agar mengambil pil ekstasi kepada terdakwa Lidyawati (disidangkan terpisah) di Alfamart Ngelasari yang berlokasi di belakang Bandara Internasional Soekarno Hatta. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved