Rabu, 10 Juni 2026

Kapal Costa Concordia Tenggelam

Imron Kehilangan Uang, Jam, dan Laptop

Muhammad Imron, ABK pesiar Costa Concordia masih meratapi kecelakaan yang dialami kapalnya karena menabrak karang

Tayang:
Penulis: Domu D. Ambarita

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Domu Aambarita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammad Imron, ABK pesiar Costa Concordia masih meratapi kecelakaan yang dialami kapalnya karena menabrak karang di pantau Pulau Goglion, laut Tutcany, Italia, Sabtu pekan lalu. Laki-laki 52 tahun asal Mandura, Jawa Timur itu, kehilangan benda-benda berharga seperti uang, dua jam tangan, laptop, semua pakaian dan surat-surat berharga.

Saat kapal kandas, Imron lepas piket, dan sedang istirahat di dalam kabin kapal. Ketika kapal miring, posisinya di sebelah kanan, sisi kapal yang miring dan rendah, lebih dekata ke air. Saat itu, kebanyakan penumpang justru lari ke sisi kiri, karena kapal semakin miring ke kanan.

"Saya tidak mencebur, karana sejak awal membantu menyelamatkan penumpang, memasukkan  ke skoci.

Saat kejadian, dia lepas piket, dan sedang istirahat di kabin. Dia tidur sehingga tidak tahu persis kejadian. Baru setelah terbangun, suara berisik, lampu padam, dan sinyal emergensi bersuara meraung-raung, jadi dia tidak sempat mengambil pakaian.

"Saya ambil baju pelampung, rupanya kapal tambah miring terus, penumpang banyak keluar, akhirnya dari anjungan menyatakan agar semua penumpang di kapal untuk melarikan diri, dan suruh naik skoci," kata ayah dari lima anak ini

"Waktu kejadian, saya tidak sempat bawa apa-apa kecuali cuma pakai baju kerja yang lengket di badan. Untuk di dompet masih ada uang sedikit tersisa. Dompet berisi KTP asal Indonesia. Dan radio komunikasi antarkru (HT) di tangan," kata Imron.

Ada pun paspor, setiap pekerja menyerahkan ke adminstasi di kapal, ditaruh di brankas di dalam kapal, tidak bisa dibawa. Surat-surat setifikat kopetensi saya, dan baju-baju, dua jam tangan, satu laptop, uang sekitar sisa gaji sekitar 300 dolar AS semuanya hilang.

Imron telah melaut sejak 1981. Dia berpindah-pindah kapal. Posisi dia terakhir sebagai ABK yang bertugas di kabin, sebagai kru pemadam kebakaran. Saban bulan dia 1.430 dolar AS, sejak sejak kontrak 4 bulan lalu. Kalau ada lembur dan biaya angkat koper, rata-rata tambahan per bulan 200-300 dolar AS. Uang dolar gajinya selalu dikirim ke keluarga di Madura, melalui rekening Rat Sari, istrinya.

Kapal Costa Concordia dibangun tahun 2005. Pada hari naas itu, kapal pesira berlayar dari Pelabuhan Civitavecchia Italia menuju Savona, Cagliari, Palermo, masih di Italia. Kemudian akan dilanjutkan ke rute Marseilles (Prancis) serta Barcelona (Spanyol) dan Palma de Mallorca (Spanyol), lalu landas di perairan dangkal sebelum menuntaskan pelayaran keliling Eropa.

Kapal mewah sepanjang 290,2 meter, dengan kapasitas angkuta 3.700 penumpang, dan 800 ABK. Kapal memiliki 17 dek (lantai), 5 restoran mewah, 4 kolam renang,  500 kamar mewah.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved