Kamis, 11 Juni 2026

MSF Tutup Pusat Perawatan Medis Terbesar di Mogadishu

MSF terpaksa menghentikan semua aktifitasnya kawasan Hodan, sebuah distrik yang terletak di Ibukota negara Somalia.

Tayang:
Penulis: Y Gustaman
Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM - Medecins Sans Frontiers (MSF) atau Dokter Lintas Batas, sebuah organisasi kemanusiaan internasional yang bergerak di bidang kesehatan, dengan terpaksa menghentikan semua aktifitasnya kawasan Hodan, sebuah distrik yang terletak di Ibukota negara Somalia.

Hal ini menyusul tertembaknya dua dokter MSF yakni Phillippe Havet asal Belgia dan dokter Karel Melkianus Keiluhu asal Indonesia di Mogadishu, Somalia, pada 29 Desember 2011 yang lalu, dalam aksi kemanusiaan di sana. Demikian rilis MSF yang diterima Tribunnews.com di Jakarta, Kamis (19/1/2012).

Penghentian aktifitas MSF di sana, termasuk pada penutupan fasilitas kesehatan berkapasitas 120 tempat tidur di dua tempat berbeda yang sebelumnya digunakan untuk merawat penderita gizi buruk, campak dan penyakit kolera.   

Meski demikian, kelanjutan program bantuan medis MSF untuk rakyat Somalia tergantung pada ada atau tidaknya perhatian dan rasa hormat yang diberikan pada staf, pasien dan fasilitas kesehatan yang tersedia. Jika kondisi itu bisa tercapai, MSF akan terus melanjutkan program bantuan kemanusiaan di Somalia.

“Tidak mudah menutup layanan kesehatan di sebuah tempat dimana keberadaan tim medis kami sangat dibutuhkan setiap hari untuk menyelamatkan nyawa banyak orang,” ujar Direktur Jenderal MSF Christoper Stokes, “Namun pembunuhan terhadap dua orang staf kami di Hodan membuat kami terpaksa menghentikan kegiatan di Mogadishu.”   

Di daerah Hodan, MSF telah memberikan bantuan kepada 200 ribu rakyat Somalia yang dalam beberapa bulan belakangan mengungsi ke ibukota. Sejak Agustus 2011, tercatat sebanyak 11,782 anak kekurangan gizi, 1,232 pasien yang menderita diare akut, dan 861 penderita campak yang mendapatkan perawatan dari MSF. Tim juga telah memberikan vaksin campak kepada 67,228 anak di Somalia.

MSF kembali memanggil semua pihak terkait, para pemimpin dan rakyat Somalia untuk membantu memulangkan dengan selamat dua orang pekerja kemanusiaan MSF Montserrat Serra dan Blanca Thiebaut yang diculik di kamp pengungsian Dadaab di Kenya pada 13 Oktober 2011 lalu saat membawa bantuan tanggap darurat untuk penduduk Somalia.

MSF telah memberikan bantuan yang berkesinambungan di Somalia sejak tahun 1991. Saat ini tercatat 13 proyek kemanusiaan yang sedang dijalankan di negara tersebut, termasuk kegiatan medis terkait kondisi darurat yang sedang berlangsung, kampanye vaksinasi, serta penyuluhan gizi. Disamping itu, MSF juga membantu para pengungsi asal Somalia di kamp pengungsian di Dadaab, Kenya dan Dolo, Ethiopia.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved