Aksi Bakar Diri
Surat Sondang Kecaman Terhadap Kondisi Negara
Seorang pengamat politik menilai ada pesan yang tersirat dari sebuah surat milik almarhum Sondang Hutagalung dalam
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pengamat politik menilai ada pesan yang tersirat dari sebuah surat milik almarhum Sondang Hutagalung dalam melihat kondisi negara.
Pasalnya, dalam sebuah catatan yang bertema kondisi hak asasi manusia pada surat kedua, adanya benang merah dalam memaparkan situasi saat itu.
"Melihat tulisan itu (Surat kedua) kondisi Sondang sangat terlihat adanya tekanan dari situasi ham di negara ini," papar Yudi Latif di kantor Kontras, Jakarta, Kamis (19/1/2012).
Bait pertama pada surat kedua bertuliskan, "terkutuklah ketidakadilan." Yudie mengungkapkan, Sondang sedang mengisyaratkan tanda negara sedang mengumbar kebebasan namun tak memberikan ruang kepada keadilan.
Lalu dilanjutkan dengan bait, terkutuklah ketidak pedulian. terkutuklah buat kemiskinan. Terkutuklah buat rasa sakit dan sedih.
"Itu merupakan tanda sudah tidak adanya lagi yang dapat diberikan negara dalam menjamin HAM kepada masyarakat saat ini," kata Yudi menganalisa.
Tidak sampai di situ. Dalam bait terakhir, dituliskan Sondang yaitu,
Terkutuklah buat para penguasa jahat, terkutuklah buat para penjahat. Setelah aku tidak punya rasa lagi.
"Merasa sangat tertekan dalam kondisi. Maka dengan membakar diri, dia (Sondang) ingin melukiskan seluruh problem ham dengan tinta darah dan nyawanya sendiri, darahnya sendiri," kata Yudie.
Secara keseluruhan isi surat kedua milik Sondang:
Terkutuklah buat ketidakadilan
Terkutuklah buat ketidakpedulian
Terkutuklah buat kemiskinan
Terkutuklah buat rasa sakit dan sedih
Terkutuklah buat para penguasa jahat
Terkutuklah buat para penjahat
Setelah aku tidak punya rasa lagi.