Capres yang Muncul Belum Penuhi Kriteria
Sejumlah nama calon Presiden yang digadang-gadang akan maju dalam Pilpres 2014 dinilai masih belum memenuhi kriteria
Laporan Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah nama calon Presiden yang digadang-gadang akan maju dalam Pilpres 2014 dinilai masih belum memenuhi kriteria masyarakat.
Paling tidak itu disuarakan mantan Wakil Sekjen PKB, Hermawi Taslim Sabtu (21/1/2012) di Warung Daun Cikini, Jakarta.
Menurutnya, pemimpin ke depan itu harus berorientasi pada UUD 1945. Pun harus bisa menciptakan ketenteraman, ketenangan bagi masyarakat, dan memandang semua masyakat sama dan sederajat. Sehingga seluruh rakyat ini tenang berbakti di bidangnya masing-masing untuk kepentingan bangsa ddan negara.
Selain itu, pemimpin ke depan adalah orang yang bisa membedakan antara kepentingan-kepentingan kelompok, pribadi dengan negara. "Itu kita bisa belajar bagaimana Bung Karno, bagaimana Hatta, Syahril, Kasimo. Itu yang paling penting," ujarnya.
Kemudian pemimpin Indonesia kedepan harus bisa punya kelompok yang juga mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. "Pengabdian kita terhadap kelompok, suku, Partai berhenti, ketika kita menjadi pejabat negara."
"Nah yang sekarang sebaliknya, orang memanfaatkan jabatan diri di kenegaraan untuk mengabdi kepada kepentingan kelompok partai, suku dan agama. Ini yang menurut saya harus dikoreksi," sindirnya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah nama calon Presiden yang akan maju dalam Pilpres 2014 mulai menguap ke permukaan. Antara lain, Hatta Rajasa, dari PAN, Aburizal Bakrie disuarakan sebagai Capres Golkar meski belum menjadi keputusan bersama Partai.
Sementara hasil survei Bursa Capres 2014, tampak sejumlah nama mulai disebut-sebut akan maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2014. Beberapa nama itu antara lain Ketua DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan istri Presiden SBY, Ani Yudhoyono, Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan, Mahfud MD, yang saat ini menjabat Ketua MK, dan calon lain yang juga dianggap berpeluang adalah Anas Urbaningrum dan Djoko Suyanto.