Kapal Costa Concordia Tenggelam
Ini Firasat Keluarga Korban Kapal Costa Concordia
Eddy Sofyan dan Juhairah kali ini merasa ada yang berbeda kala menjemput anak sulung dan menantunya, Jenny Rahayu dan Arianto
Laporan Wartawan Tribunnews.com Yogi Gustaman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan Eddy Sofyan dan Juhairah kali ini merasa ada yang berbeda kala menjemput anak sulung dan menantunya, Jenny Rahayu dan Arianto Sunarso di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat malam. Keduanya sudah tak sabaran ingin menemui Jenny dan suaminya.
Maklum, biasanya Eddy dan Juhairah menjemput Jenny dan Arianto dalam kondisi senang, ditemani kedua anaknya. Kepada Tribunnews.com malam itu, mereka mengaku kali ini kondisinya tidak memungkinkan. "Bedanya sekarang mereka berdua korban," ujar Juhairah.
Baik Jenny dan Arianto adalah sepasang suami istri yang bekerja di kapal pesiar Costa Concordia yang karam di perairan Italia. Keduanya selamat tanpa membawa barang-barang berharga yang mereka miliki seperti cincin kawin, surat nikah, paspor dan uang gaji.
Juhairah mengaku, tak berfirasat buruk ketika pada 11 Januari, Jenny menelponnya, mengabarkan bahwa Costa Concordia akan berlayar ke Savona. "Siang itu dia menerima gaji di kapal, dan akan mengirimkan uang jika sudah di Savona. Tapi semuanya hilang," ujarnya.
Terlepas barang berharga anak dan menantunya hilang, Juhairah dan Eddy bersyukur. "Yang penting keduanya selamat dan tidak terjadi apa-apa," singgung Eddy, warga Depok, Jawa Barat ini. Mereka berdua sudah terbiasa tiap kala kapal berlayar, Jenny mengabarkan kepada keluarga.
Firasat justru dirasakan Risma, istri dari Eko, adik kedua Jenny. Beberapa hari sebelum kapal karam, Risma mengeluh kepada Juhairah bahwa beras yang ia nanak dua kali basi. "Ibu kok nasi Risma habis dimasak basi. Ada apa ya bu?" tanya Risma seperti ditirukan Juhairah.
Menurut kebiasan, kata Juhairah, orang menanak beras dan hasilnya basi adalah petanda buruk, seperti orangtua sakit, atau anggota keluarga mengalami kecelakaan. Tapi, firasat yang dirasakan Risma dibiarkan sambil lalu oleh Juhairah dan Eddy.
Saat keduanya keluar dari gerbang D terminal 2, tangis Jenny langsung pecah. Ia memeluk Juhairah dan Eddy. Saking tak percaya bisa kembali bertemu orangtuanya, Jenny sesenggukan di pelukan Eddy, sambil ngeloyor ke parkiran mobil. Sedang Arianto tegar dan berbagi cerita dengan wartawan