Kerusuhan di Lampung Selatan
Lilin Keprihatinan Pemuda Lintas Agama untuk Lampung Selatan
Kerusuhan di Lampung Selatan, Selasa (24/1/2012), yang diwarnai isu SARA mengundang simpati pemuda lintas agama.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Komang Agus Ruspawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kerusuhan antarwarga di Desa Sidowalyu, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Selasa (24/1/2012), yang diwarnai isu SARA mengundang simpati pemuda lintas agama.
Jumat (27/1/2012) malam, pemuda lintas agama menggelar aksi damai dan doa bersama di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Aksi ini diikuti perwakilan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan dari berbagai lintas agama. Yakni Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudi).
Sementara dari organisasi kepemudaan hadir perwakilan Kesatuan Pemuda Suka Duka Hindu Dharma (KPSHD) dan Perhimpunan Pemuda Hindu Dharma (Peradah) DKI Jakarta.
Selain menyalakan lilin dan doa, dari setiap perwakilan menyampaikan orasinya. Semua perwakilan menyayangkan terjadinya aksi kerusuhan di Desa Sidowaluyo yang mengakibatkan 65 rumah warga transmigran dari Bali di Desa Sidowaluyo, hangus dibakar oleh warga dari Desa Kota Dalam dan sekitarnya.
"Pemerintah dan aparat keamanan seperti membiarkan kejadian memilukan ini. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Presidium KMHDI, Made Desak Yoni.
Para korban kerusuhan ini kini tinggal di pengungsian. Mereka tak memiliki lagi tempat tinggal dan biaya untuk hidup sehari-hari. Saat terjadi serangan dari warga Kota Dalam, mereka berlarian ke tempat aman dengan hanya memakai baju di badan.
Untuk membantu korban kerusuhan tersebut, organisasi mahasiswa dan kepemudaan Hindu juga mendirikan posko bantuan di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur, untuk mengumpulkan sumbangan sembako maupun pakaian layak pakai.
"Kami juga akan menggelar acara warung apresiasi (wapres) untuk pengumpulan dana. Kami sangat mengharapkan partisipasi warga Jakarta," ungkap Ketua KPSHD Rawamangun, Misnan