Mafia Anggaran
Rumah Wa Ode Nurhayati Lebih Mirip Asrama
Rumah mewah bercat putih, dengan dua pilar beton penyangga menjulang sampai lantai tiga, dan gerbang besi di sisi kiri dan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rumah mewah bercat putih, dengan dua pilar beton penyangga menjulang sampai lantai tiga, dan gerbang besi di sisi kiri dan kanan tidak sekokoh seperti yang digambar orang terhadap pemiliknya, Wa Ode Nurhayati, politisi Partai Amanat Nasional (PAN), yang kini meringkuk di Rumah Tahanan Pondok Bambu.
Orang-orang dekat menyebut rumah di Jalan Guntur, Jakarta Selatan, itu rumah semua orang. WON, begitu dia akrab disapa, tinggal tidak sendiri. Rumah itu selalu ramai oleh para juniornya di Himpunan Mahasiswa Islam dan orang kampungnya. Mereka semua menjadi tanggungan Nurhayati selama ini.
"Ekspektasi dia membuat rumah agar mereka orang sekampungnya bisa merasakan tinggal di kota besar. Dulu, Kak WON mengontrak di daerah Cibubur. Karena sempit pindah ke Guntur," ujar Ketua Litbang PBHMI Wahyu Hamdani kepada Tribunnews.com, di Rutan Pondok Bambu, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Wahyu mengakui, Kak Won acapkali menawarkan yuniornya, termasuk dirinya, untuk tinggal di rumah besarnya. Ini lebih untuk menghemat pengeluaran adik-adiknya bayar kos dan hidup di Jakarta. Namun, karena sudah mendapatkan kos pribadi, Wahyu tak sempat tinggal di rumah Kak Won.
Kata Wahyu, rumah Kak Won lebih mirip asrama. Bahkan terkadang, jika banyak teman-teman di HMI datang dari daerah, selalu singgah di rumah Kak Won. Tidak jarang jika banyak orang, mereka membentuk jadwal piket untuk mengurus rumah Kak Won. "Jadi rumah itu sudah dianggap rumah sendiri," ceritanya.
Bagi teman-teman di HMI, Kak Won sudah menjadi tumpuan. Bukan sekadar teman diskusi menyoal beragam masalah, tapi juga tempat pengaduan urusan pribadi para yuniornya. Sekalipun begitu, Wahyu menambahkan, Kak Won tak pernah campur tangan urusan yuniornya di PBHMI.
Wahyu yang datang bersama teman-temannya di PBHMI mengaku tak akan melupakan jasa Kak Won. Karena selain sudah dianggap keluarga sendiri, Kak Won menjadi teman diskusi mengasyikan. Topiknya bisa beragam dan selalu mengikuti perkembangan jaman. Jika diskusi, bisa sampai berjam-jam.
Bentuk kedekatan Kak Won dengan para yuniornya diperlihatkan dengan kedatangan mereka dari berbagai daerah. Menurut Wahyu, siang tadi yang membesuk Kak Won di antaranya datang datang dari Badko HMI Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontolo, Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara.
Kepada adik-adiknya, Nurhayati tetap bertitip pesan agar HMI menjalankan mekanisme orgaisasi dengan baik. Di dalam Nurhayati sempat bercanda ria. "Dia merindukan saat diskusi dengan teman-teman. Dan orangnya mudah kalau dimintai pendapat dengan nongkrong bareng. Dia cukup mengayomi sebagai kakak," ungkapnya lagi. (*)