Rabu, 10 Juni 2026

Waria Ikut Seleksi Komisioner Komnas HAM

Mama Yuli Jajakan Seks Selama 17 Tahun

Bersama komunitas waria yang ditemuinya, Mama Yuli turun kejalan mencari pelanggan di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan.

Tayang:
Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seusai didepak keluarga lantaran orientasi seksualnya terendus kedua orangtua, Yulianus Rettoblaut alias Mami Yuli (50) banting tulang demi mencari sesuap nasi. Bersama komunitas waria yang ditemuinya, ia pun turun kejalan mencari pelanggan di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan. Selama 17 tahun, ia bergelut di jalanan. Walaupun keselamatannya terancam, namun urusan perut tak bisa dilawan.

"Karena urusan perut, jadi nekat, jadi enggak takut sama yang namanya preman," kata Mami yang turun ke jalan mulai tahun 1980-an.

Mami terbiasa mencari uang di malam hari. Saat itu ia mengontrak kamar kecil di daerah Cilandak dengan uang sewa Rp 5000 per bulan. Siang hari, ia lewati dengan berprofesi tukang cukur rambut keliling.

Bila malam tiba, kata Mami, waria rentan dengan aksi kejahatan. Mami mengalami sendiri ketika ia mendapatkan seorang tamu. Awalnya ia tidak curiga, saat tamu itu mengajaknya ke sebuah hotel. Ternyata, disana telah menunggu teman-temannya. "Saya dipukulin sampai babak belur, lalu ditinggalkan," kata Mami.

Pengalaman lainnya, saat ia mejeng (mencari pelanggan) di pinggir jalan. Kemudian sebuah mobil menghampiri dirinya, ia pun mencoba mendekati untuk menawarkan jasanya.

Namun nahas, tiba-tiba pengemudi itu menghujamkan batu bata ke arah wajah Mami Yuli. "Saya dipukul pakai batu bata, orangnya langsung kabur," cerita Mami sambil membayangkan masa pahitnya itu.

Lain cerita, Mami mengungkapkan saat ia bersama teman-teman waria sedang mejeng di jalanan. Ada seorang pria yang mendatanginya. Tak curiga, Mami Yuli dan teman-temannya mengajak mengobrol sang pria. Pria tersebut ternyata membawa samurai dan mengincar Mami Yuli. Beruntung, Mami tidak terkena tebasan samurai, namun beberapa temannya terkena karena telat menyelamatkan diri. "Waria dikira penjahat. Kalau kita terkena masalah siapa yang mau mengurusi kita," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved