Rabu, 10 Juni 2026

LSM Asing Dibalik Boikot Ekspor CPO

Kampanye LSM asing di Indonesia diduga tidak murni untuk kepentingan lingkungan. Ada dugaan misi LSM untuk membawa kepentingan industri

Tayang:
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kampanye LSM asing di Indonesia diduga tidak murni untuk kepentingan lingkungan. Ada dugaan misi LSM untuk membawa kepentingan industri minyak nabati yang menjadi andalan negara Amerika dan Eropa. 

"Tuduhannya  sama, yakni kerusakan lingkungan, pemanfaatan lahan gambut dan pelepasan limbah cair minyak sawit. Alasan mereka kelihatan sangat ilmiah.  Tetapi, asumsinya saja yang kurang tepat. Sehingga kita yakin, ada yang salah dalam dokumen mereka,’’ ujar Gumbira,  Guru Besar Teknologi Industri Pertanian IPB, Prof Gumbira Said kepada wartawan, Rabu (8/2/2012).

Ditegaskan, gerakan LSM asing membawa misi titipan dari industri minyak nabati di Amerika dan Eropa yang merasa terjepit pasarnya dengan perkembangan industri minyak sawit Indonesia. Dengan cara, menebarkan kampanye negatif tentang lingkungan yang dibidikkan langsung ke Indonesia.

“LSM asing itu seperti mempunyai kepentingan tertentu terhadap industri kelapa sawit Indonesia. Diperalat oleh sejumlah pengusaha besar Eropa yang merasa khawatir dengan perkembangan signifikan industri sawit kita,” kata Gumbira lagi.

Hingga 2011, lanjutnya, produksi CPO Indonesia  mencapai 22-23 juta ton per tahun. Namun, dalam catatan Gumbira, asing  memprediksi total produksi CPO Indonesia pada 2022 mencapai 31 juta ton per tahun. Kenaikan ini,  membuat resah industri nabati Amerika dan Eropa.

“Mereka khawatir biodiesel Indonesia akan kuasai dunia. Produktivitas kelapa sawit lebih tinggi dibandingkan komoditas minyak nabati lain. Industri kelapa sawit juga memiliki keunggulan dari segi efisiensi lahan," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved