8.978 Kecelakaan Lalu Lintas Dikarenakan Pengemudi
Korps Lalu Lintas Mabes Polri mencatat, dari 1 Januari - 13 Februari 2012 ada 10.169 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia
Laporan Wartawan Tribunnewas.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Korps Lalu Lintas Mabes Polri mencatat, dari 1 Januari - 13 Februari 2012 ada 10.169 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia 1.618, luka berat 2.643, dan luka ringan 7.765.
Kerugian materil akibat sejumlah kecelakaan yang terjadi di seluruh Indonesia mencapai Rp 22 .998. 368. 331. "Kriteria yang paling banyak terjadi pada 2012 kecelakaan dengan korban massal, kasus yang masih ada dalam ingatan kita, pertama adalah kecelakaan Tugu Tani menelan korban sembilan orang meninggal, kemudian Sumedang dengan korban 12 orang meninggal, dan terakhir kasus di Cisarua dengan korban meninggal dunia 14 orang," kata Wakakor Lantas Brigjen Didik Purnomo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2012).
Menurut Didik, dari beberapa kajian yang dilakukan pihaknya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ada beberapa aspek yang memengaruhi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Pertama, aspek kendaraan. Dari hasil kajian antara Polri dan pihak terkait, faktor kendaraan ikut berpengaruhi. "Pada dua kecelakaan terakhir adalah rem yang tidak berfungsi dengan baik," ucapnya.
Keduan faktor manusia. Kecelakaan bisa terjadi karena pengemudinya lalai, mengemudikan dengan cara atau keadaan membahayakan.
"Jadi, kalau lalai nyata-nyata tidak disengaja, tapi kalau cara atau keadaan yang patut diduga membahayakan keselamatan orang lain, misalnya mengebut, menjalankan kendaraan zig-zag, cara-cara mengemudi tidak lazim, dalam keadaan tidak konsentrasi, terpengaruh minuman, terpengaruh obat keras," ungkapnya.
Kemudian juga keadaan di luar pengemudi, misalnya aspek kendaraan yang patut diduga tidak laik tetapi dipaksakan, sehingga bisa diperkirakan terjadi kecelakaan.
"Jadi dua aspek yang banyak mengemuka (aspek pengendara dan aspek manusia) di samping aspek jalan. Karena ini musim hujan, jalan licin, itu pun memberikan kontribusi timbulnya kecelakaan lalu lintas di jalan," ungkapnya.
Kecelakaan lalu lintas berdasarkan penyebab pengemudi di tahun 2012 ini, tercatat 2.928 kecelakaan akibat pengendara lengah, 215 kecelakaan akibat pengemudi lelah, 221 kecelakaan akibat mengantuk, 21 kecelakaan akibat pengemudi sakit, 4.070 akibat pengendara tidak tertib, 1.400 akibat ngebut di atas kecepatan, dan 123 kecelakaan akibat pengemudi di bawah pengaruh alkohol, sehingga ada sekitar 8978.
Didik memmbandingkan jumlah laka lantas tahun 2012 dengan tahu 2010 dan 2011. Secara jumlah ada peningkatan sedikit kurang lebih 0,5 persen dari 10.9319 kecelakaan pada 2010 menjadi 10.9176 di tahun 2011.
"Korban meninggal ada penurunan sedikit 0,1 persen. Tahun 2010 31. 234, tahun 2011 menjadi 31. 185. Hanya yang tentunya mendapat perhatian kita semua, khususnya 2011, itu terjadi beberapa kali, bahkan tercatat sembilan kali kasus kecelakaan lalu lintas yang bisa dikategorikan menonjol. Baik modus maupun jumlah yang ditimbulkan," ungkapnya.(*)