Tiap Menit, Empat Anak Indonesia Putus Sekolah

Laporan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan, setiap menit ada empat anak yang putus sekolah. Bahkan pada tahun 2010 usia sekolah yakni 7-15

Tiap Menit, Empat Anak Indonesia Putus Sekolah
Tribunnews.com/Eko Sutriyanto
Penyerahan bantuan pelanggan Superindo sebesar Rp 383,5 juta lebih di rumah belajar Yayasan Cinta Anak Bangsa (PCAB) Duri Kepa, Rabu (15/2/2012).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan laporan Education for All Global Monitoring Report yang dirilis UNESCO 2011, tingginya angka putus sekolah menyebabkan peringkat indeks pembangunan rendah.

"Indonesia berada di peringkat 69 dari 127 negara dalam Education Development Index," ungkap Sekretaris Jenderal Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dr Iskandar Irwan Hukom di sela-sela penyerahan bantuan pelanggan Superindo sebesar Rp 383,5 juta lebih di rumah belajar YCAB Duri Kepa, Rabu (15/2/2012).

Laporan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan, setiap menit ada empat anak yang putus sekolah. Bahkan pada tahun 2010 usia sekolah yakni 7-15 tahun yang terancam putus sekolah sebanyak 1,3 juta.

"Biasanya putus sekolah karena ditarik orangtua karena harus kerja. Anak merasa nyaman di jalanan," ungkap Iskandar.

Dikatakan Iskandar, anak-anak yang tidak mempunyai aktivitas biasanya rentan akan terjadi tindak kekerasan, seks bebas dan narkoba.

"Anak harus mempunyai hak, ada potensi. Kita harapkan YCAB 2015 bisa menjangkau 5 juta anak-anak sekaligus menjadi inspirator mengikuti langkah kita," ungkapnya.

Melanie Dharmosetio, Vice President HR, Organizational Development dan Sustainability SuperIndo menyatakan dana yang disumbangkan Program Penggalangan Donasi Bantu Mereka Kembali ke Sekolah mulai 5 Juli hingga 31 Oktober 2011.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved