Minggu, 26 April 2026

Pembantaian Mesuji

Panglima TNI Pastikan Tak Ada Kegiatan TNI di Mesuji

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono memastikan bahwa tidak ada kegiatan TNI di Mesuji, Lampung seperti disampaikan dalam

Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono memastikan bahwa tidak ada kegiatan TNI di Mesuji, Lampung seperti disampaikan dalam pesan singkat berantai (SMS).

"Saya sesalkan adalah hal ini terjadi akibat dari SMS dari yang tidak bertanggung jawab. Yang seolah memberitakan TNI akan melakukn pelatihan di sana. Sama sekali tidak ada kgiatan TNI disana," tegas Panglima TNI, di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (27/2/2012), menepis rumor yang beredar dari SMS berantai bahwa TNI akan melakukan pelatihan dan kegiatan di Mesuji.

Ditegaskan Agus, personil TNI akan turun ke Mesuji jika Kepolisian meminta untuk diberikan bantuan personil di daerah tersebut. Namun sejauh ini, hal itu masih belum ada permintaan Kepolisian agar tenaga TNI ikut membantu.

"Kita tetap akan membantu kepolisian manakala kepolisian meminta. Namun demikian, kita tetap siapkan sedekat mungkin dengan lokasi, agar sewaktu-waktu diminta kita dapat segera lakukan. Kehadiran TNI disana, nanti manakala kepolisian meminta untuk mrmbantu Polri di dalam penanganan keamanan di sana," demikian ia menegaskan.

Agus mengatakan TNI berdasarkan Undang-undang yang berlaku, baru dapat turut membantu penanganan keamanan jika diminta Kepolisian. Sejauh tidak ada permintaan bantuan, TNI tidak bisa lengsung bertindak melampaui UU yang diwenangkan tersebut.

"Permintaan itu kan disesuaikan dengan eskalasi. Kalau sekarang kondisinya sudah mulai kondusif, terkendali, ya pasti Polisi akan menanganinya sendiri," jelasnya.

Sebelumnya juga, akibat SMS berantai, sebanyak 1.000-an petani Mesuji, Lampung geram pun langsung meresahkan petani. Karena isinya menyangkut pembangunan kembali pabrik PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI).

"Aksi pembakaran ini dipicu oleh tuntutan warga yang tak kunjung dipenuhi. SMS yang beredar ini sangat meresahkan masyarakat dan menjadi salah satu pemicu aksi pembakaran kantor PT BSMI," kata Direktur LBH Bandar Lampung yang mengadvokasi kasus di Mesuji, Indra Firsada, Sabtu (25/2/2012).

Isi SMS tersebut menyebutkan pada Minggu 26 Februari akan diturunkan 120 TNI untuk mengawal pembangunan kembali pabrik PT BSMI. SMS berantai ini pun langsung membuat petani geram. Karena tuntutan mereka agar hak guna usaha PT BSMI dicabut belum diamini. Malah timbul isu-isu di SMS berantai tersebut.

"Tuntutan warga yang tak kunjung dipenuhi yaitu pencabutan hak guna usaha PT BSMI," ucapnya.

Indra mengatakan, massa petani ini datang dari Sritanjung, Mesuji. Tanpa aksi atau demo, mereka langsung melakukan pembakaran. Mereka kesal karena tuntutan mereka mengenai pencabutan hal guna usaha PT BSMI belum juga dikabulkan.

"Dari awal sebelum ada TGPF, warga sekitar memang ingin HGU BSMI dicabut," ujarnya.
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved