Panglima TNI Panen Padi Siliwangi Parikesit
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, panen raya padi varitas baru Siliwangi Parikesit Dewi Sri Agung (SPDSA)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA ---Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, melakukan panen raya padi varitas baru Siliwangi Parikesit Dewi Sri Agung (SPDSA),di Desa Tegal Panjang,Kecamatan Cariu Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (03/03/2012).
Panen raya diprakarsai oleh Detasemen Markas (Denma) Mabes TNI, dan Kelompok Tani (Poktan) Desa Tegal Panjang serta Paguyuban PAUS.
Padi Sri Agung yang di panen merupakan generasi ke 15 atau F 15 dari hasil penemuan dan karya prajurit TNI, yang telah di tanam di beberapa daerah kabupaten di Pulau Jawa sejak tahun 2006.
Masa tanam padi tersebut berkisar sampai 4 bulan, dengan kualitas unggul, dan rasa pulen. Panjang malai rata-rata 25-35 cm, dengan 400-650 butir padi, tinggi batang padi + 120-140 cm, dan usia tanam 95-105 hari.
Penemuan bibit padi ini juga disertai dengan pupuk cair organik. Melalui pola tanam semi SRI (System Rice Intensification) bibit padi dan pupuk ini dalam 1 ha rata-rata mencapai produktifitas 8 sd 10 ton.
Panglima TNI menyambut dengan baik upaya yang telah dilaksanakan oleh kelompok tani ini dalam rangka turut serta mengatasi permasalahan pangan nasional.
Panglima TNI juga mengatakan, kebijakan ketahanan pangan menjadi isu sentral dalam pembangunan, serta merupakan fokus utama dalam perkembangan pertanian, karena pemenuhan kebutuhan pangan merupakan hal mendasar bagi umat manusia untuk dapat mempertahankan hidupnya.
"Permasalahan pemenuhan kebutuhan pangan yang dihadapi saat ini, dikarenakan pertumbuhan permintaan pangan lebih cepat dari pertumbuhan penyediaannya," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa permintaan yang cepat tersebut sebagai dampak dari peningkatan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya beli masyarakat dan perubahan selera atau pola konsumsi.
"Ketidakseimbangan permintaan dan kapasitas produksi nasional akibatkan kecenderungan penyediaan pangan nasional melalui impor dari negara lain. Yang menyebabkan menurunnya permintaan bahan pangan dari dalam negeri," tandasnya.