Rabu, 10 Juni 2026

Foto SBY Dipecahkan Mahasiswa

Priyo Minta Penahanan Mahasiswa Ditangguhkan

Pimpinan DPR Minta Penahanan Mahasiswa Pemecah Foto SBY Ditangguhkan

Tayang:
Penulis: Abdul Qodir

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya tengah melakukan penegakan hukum dengan memproses enam mahasiswa pemecah foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung DPR pada Rabu (14/3/2012) lalu. Namun, justru pimpinan DPR minta polisi mengabulkan penangguhan penahanan keenam mahasiswa tersebut.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, seusai menerima dan mendapat penjelasan dari Presiden BEM Universitas Pasundan, Rektor Pembantu III, dan orangtua mahasiswa yanf ditahan, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/3/2012).

Sebagai pimpinan DPR, Priyo mengaku kaget dengan penjelasan pihak mahasiswa Unpas, bahwa pemecahan foto SBY saat itu adalah tidak disengaja. Di antaranya karena foto dengan figura berbahan kayu berat membuat enam mahasiswa yang mengangkatnya tak stabil dan terjadi insiden jatuhnya foto kepala negara kala itu.

Bagi Priyo, tidak ada yang salah dari kejadian itu. "Setelah mendapat penjelasan langsung dari mahasiswa, tidak ada rencana itu. Ternyata, itu karena terlalu berat sehingga luput ditahan. Jadi tak disengaja," ujar Priyo.

Sebagaimana penjelasan pihak mahasiswa, kini Priyo ikut khawatir jika penahanan enam mahasiswa pemecah foto Presiden SBY tak ditangguhkan akan terjadi gelombang mahasiswa yang lebih besar.

"Saya khawatir kalau dilanjutkan akan ada akumulasi kekecewaan yang tak perlu, di tengah gelombang protes akibat rencana kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) saat ini. Saya benar-benar sarankan polda untuk persuasif, karena memang tak ada niat merusak atau melecehkan. Penangguhan itu jauh lebih banyak manfaatnya dibanding meneruskan yang banyak mudaratnya," kata dia.

Presiden BEM Unpas, Januariadi, juga menyatakan bahwa jatuh dan pecahnya foto Presiden SBY itu tidak disengaja.

Sebagaimana informasi yang diterima, Januardi menjelaskan mulanya para mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Jawa Barat saat itu hanya ingin menurunkan foto Presiden SBY dari dinding dan langsung memasang kembali ke posisi semula. Namun, ternyata foto dengan figura itu lebih berat dari dugaannya sehingga terjatuh.

Foto Presiden SBY diturunkan, karena para mahasiswa kecewa dengan sikap Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, yang mencoret satu butir tuntutan, yakni penurunan pemerintahan SBY-Boediono. "Yang kami lakukan di depan foto SBY adalah melakukan aksi simbolik menurunkan fotonya dan niatannya menaikkan lagi. Ini simbolik protes pencoretan poin ketiga, dan kecewa pada Pramono Anung," kata Januardi.

Pembantu Rektor III Unpas, Yahya Mulyana Abdul Aziz, menyatakan telah memberikan jaminan penangguhan penahanan kepada polisi terhadap anak didiknya yang ditahan. Itu dilakukan karena pihak kampus yakin anak didiknya tidak sengaja menjatuhkan dan memecahkan foto Presiden SBY. "Kalau merusak, tentunya sejak awal kami akan menolak. Setiap yang mengganggu dna merusak kami silakan diproses," ujar Yahya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved