Serangan Serangga Tomcat
DPR Desak Ahli Hewan Berbahaya Atasi Serangan Tomcat
DPR desak Kementerian Pertanian untuk segera turun tangan mengatasi adanya serangan serangga tomcat yang awalnya berasal dari Surabaya
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Kementerian Pertanian untuk segera turun tangan mengatasi adanya serangan serangga Tomcat yang awalnya berasal dari Surabaya dan dikabarkan sudah meluas.
"Di Kementerian Pertanian ada tim ahli yang bekerja terkait penanganan hewan berbahaya dan berpenyakit menular, sehingga bisa segera tim ini turun untuk meneliti dan memberi rekomendasi pemberantasannya," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR yang membidangi pertanian, Herman Khaeron kepada Tribunnews.com, Selasa(20/3/2012).
Herman sendiri mengaku masih harus memastikan apakah adanya serangan serangga Tomcat menjadi domain dan tanggung jawab Kementrian Pertanian. Sebab, sebagaimana adanya serangan hewan yang berujung kepada penyakit seperti rabies, flu burung, dan lainnya serta menyangkut kesehatan manusia adalah tanggung jawab kementerian kesehatan.
Namun demikian, kata Herman seperti halnya serangan ulat, tentunya Kementrian Pertanian harus turun tangan menangani ini segera.
Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dibuat kelabakan dengan serangan binatang yang biasa disebut Kumbang Rove atau tomcat.
Merebaknya serangan tomcat disebabkan hilangnya habitat hewan yang memiliki kebiasaan menjelajah itu. “Kami masih terus menyusuri wilayah di daerah pinggiran. Penyemprotan juga terus dilakukan,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian Hari Tjahyono, Senin (19/3/2012).
Hari Tjahjono melanjutkan, tomcat sebenarnya teman bagi petani di sawah. Kumbang itu mampu memakan hama yang selama ini merusak tanaman pangan.
Namun, hilangnya keseimbangan lingkungan jadi penyebab munculnya tomcat di mana-mana. “Karena tempatnya sekarang banyak dipakai untuk perumahan. Makanya tomcat keluar sarang dan menyebar di mana-mana,” jelasnya.
Gigitan tomcat ini menimbulkan sensasi terbakar yang kemudian menjadi kemerahan disertai munculnya nanah di bagian tengah dalam beberapa hari. Sekilas mirip herpes atau dampa, dengan luka yang lebar.