Rabu, 13 Mei 2026

Hari Kartini 2012

Signifikan Perjuangan Kesetaraan Perempuan dalam Politik

Wakil Presiden Boediono mengatakan secara spesifik, permasalahan yang diperjuangkan oleh pergerakan perempuan Indonesia

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengatakan secara spesifik, permasalahan yang diperjuangkan oleh pergerakan perempuan Indonesia sejak pra kemerdekaan hingga saat ini pada dasarnya sama, yaitu: hak  kesetaraan, hak-hak perempuan di dalam rumah tangga, kasus perdagangan perempuan dan anak, pendidikan untuk anak, hak kesehatan reproduksi, dan sebagainya.

Ditegaskan, yang agak menonjol setelah kemerdekaan, adalah lebih intensifnya perjuangan kesetaraan di dalam kehidupan berpolitik.

"Dan hasilnya sampai saat ini, menurut penilaian saya, sangat signifikan," jelas Boediono, dalam sambutan acara Kondilidasi Nasional Jaringan Kaukus Perempuan Parlemen Seluruh Indonesia, Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu (21/4/2012). 

Hadir dalam acara itu antara lain Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar serta Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Seluruh Indonesia Ratu Hemas.

Lebih lanjut Boediono menyebutkan UU bidang politik yang sekarang ada secara tegas memberikan jaminan terhadap kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah, Pemilu anggota DPD.

Undang-Undang ini juga mengharuskan keterwakilan perempuan minimal 30% dalam pembentukan dan kepengurusan partai politik, dan dalam daftar calon anggota pemilu legislatif.

Mantan Gubernur Bank Indonesia juga menambahkan Pemilihan tanggal 21 April untuk dimulainya acara ini tentu bukan kebetulan. Hari ini adalah tanggal kelahiran pejuang hak-hak perempuan Indonesia, Ibu RA Kartini.  Ada makna untuk memberikan penghormatan atas jasa-jasa beliau.

Dalam acara Konsolidasi Nasional Jaringan Perempuan Parlemen Seluruh Indonesia ini berkumpul Ibu-ibu para perempuan Indonesia Anggota DPD RI, Anggota DPR RI, serta Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Agendanya adalah membahas berbagai isu-isu penting dan strategis yang berkaitan dengan peran perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejarah mencatat, bahwa perjuangan para perempuan di Indonesia yang telah dimulai sejak pra-kemerdekaan, dimotori oleh pejuang-pejuang perempuan yang tangguh, seperti Cut Nyak Dien,  Cut Mutia, Rangkayo Rasuna Said, RA Kartini, Dewi Sartika, dll. Sesuai dengan jamannya, tujuan utama perjuangan mereka adalah berjuang bersama kaum laki-laki di tanah air untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved