Saksi Kunci Munir Meninggal Dunia
Jadi Saksi Kunci Kasus Munir, 'Ongen' Trauma
Putri Raymond JJ Latuihamallo atau 'Ongen', Inri Latuihamallo mengatakan kalau ayahnya trauma
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Putri Raymond JJ Latuihamallo atau 'Ongen', Inri Latuihamallo mengatakan kalau ayahnya trauma sejak dijadikan saksi kunci kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.
"Selama 10 tahun pulang pergi ke Belanda, tidak ada apa-apa. Sekalinya kena, langsung tersangkut kasus untuk jadi saksi. Papa agak trauma memang, tetapi dia tidak pernah cerita soal Munir, takut keluarganya khawatir," jelasnya di rumah duka RSPAD, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis(3/5/2012).
Kepergian 'Ongen' kata Inri tak hanya mengejutkan pihak keluarga namun juga kerabat dekatnya di Amerika Serikat.
'Ongen' pun sudah sempat pamit ingin 'pulang' kepada rekannya yang ada di negeri Paman Sam tersebut.
Belakangan ini kata Inri ayahnya memang sibuk menyanyi rohani. Ayahnya pun dikenal sebagai sosok yang senang bercanda.
"Bulan ini sebenarnya papa mau ke Amerika Serikat, menyanyi disana. Tetapi dia sempat bilang mau 'pulang' ke rekannya tersebut. Dipikir bercanda, karena papa memang suka bercanda. Pesan terakhirnya, jaga mama," kata Inri.
Inri pun menjelaskan bahwa ayahnya bekerja di Belanda sebagai penyanyi, dan sudah menyanyi di Belanda selama 10 tahun.
Inri menambahkan, sepengetahuan dirinya, ayahnya duduk di kursi yang berjauhan dengan Munir saat di pesawat. Menurutnya ayahnya selalu duduk di bagian depan.
"Papa suka duduk di bagian depan karena kakinya panjang. Biasanya didekat pintu emergency," pungkasnya.
Raymond 'Ongen' J Latuihamallo meninggal dunia hari ini. 'Ongen' adalah saksi kunci kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Kala itu 'Ongen' sempat mencabut pernyataannya di Pengadilan Negeri tentang kesaksian saat ia melihat pilot Garuda Pollycarpus membawa dua cangkir teh di dalam pesawat.
Namun, di Mahkamah Agung, 'Ongen' mencabut kesaksiannya bahwa benar Pollycarpus membawa dua cangkir teh ketika itu. Akhirnya, Pollycarpus pun dihukum penjara selama 20 tahun.