PPATK: Koruptor Cenderung Lindungi Sesamanya
Fitriadi menjelaskan, perilaku saling melindungi sesama koruptor lainnya ini yang membuat aktor atau dalang sesungguhnya sulit terungkap.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kelompok Regulasi Direktorat Hukum dan Regulasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Fitriadi Muslim mengatakan bahwa ada beberapa kesulitan mengungkap kasus korupsi.
"Salah satunya korupsi dilakukan berjamaah. Khawatir menjadi tersangka menyebabkan mereka saling menutupi sehingga menyulitkan penyidikan," kata Fitriadi dalam seminar 'Komunikasi dan Permasalahan Korupsi di Indonesia di Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat, Sabtu (7/7/2012).
Fitriadi menjelaskan, perilaku saling melindungi sesama koruptor lainnya ini yang membuat aktor atau dalang sesungguhnya sulit terungkap. Apalagi, lanjut Fitriadi, Aktor tersebut tidak pernah terlibat langsung dalam tindak pidana korupsi tersebut.
"Aktor intelektual korupsi jika kita lihat dari beberapa case yang mencuat, melibatkan para pejabat, petinggi partai politik, penegak hukum," kata Fitriadi.
Akibatnya, Fitriadi menjelaskan, penegak hukum, dalam hal ini KPK membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membongkar kasus korupsi.
"Sehingga hal ini menyulitkan pengumpulan bukti-bukti yang kemungkinan sudah hilang atau mungkin saja sudah dimusnahkan," kata Fitriadi.
baca juga: