Rabu, 10 Juni 2026

PKS Anggap Survei Kompas Peringatan Dini

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menganggap survei yang dipublikasikan harian Kompas menjadi peringatan dini.

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menganggap survei yang dipublikasikan harian Kompas menjadi peringatan dini.

"Itu menjadi early warning, kita masih ada dua tahun untuk berbenah," kata Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq di kediaman Hidayat Nur Wahid, Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Diketahui dalam survei Kompas terlihat Partai Demokrat memang masih di urutan teratas 12,8 persen namun jauh menyusut dibandingkan Pemilu 2009 lalu sebesar 44,2 persen.

Kemudian dalam survei terbaru itu di urutan kedua adalah PDI-P 9.1 persen, disusul Golkar 6,9 persen, Gerindra 6,4 persen, dan NasDem 4,5 persen.

Partai papan tengah di urutan keenam adalah PKS 2,5 persen, PAN 1,8 persen, PPP 1 persen, Hanura 1 persen, PKB 0,4 persen, lainnya 0,2 persen, tidak tahu 30,8 persen, tidak memilih 15,3 persen, dan tidak memberi jawaban 7,3 persen.

Survei yang dipublikasikan media cetak Kompas Selasa (24/7/2012), ini diperoleh melalui jajak pendapat pada 16-19 Juli 2012 di 33 ibukota provinsi dengan jumlah responden 1.008 dengan sampling error 3,1 persen.

Lutfi juga mengatakan partainya belum membahas mengenai calon presiden yang diusung pada tahun 2014. Ia mengatakan calon yang akan diusung PKS akan dipublikasikan pada menit-menit akhir.

"Bagi partai lain calon merupakan lokomotif untuk merekrut suara kalau PKS tak perlu itu, partainya sudah jadi mesin, last minute akan kita ajukan tokohnya, jangan buru-buru sekarang," tegasnya.

Baca juga:

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved