Kamis, 28 Mei 2026

Kerusuhan Sampang

Kasus Sampang, Ketidakpedulian Pemerintah terhadap Minoritas

Kasus kekerasan yang terjadi di Sampang, Madura bukan lagi karena masalah keluarga atau aliran. Namun, lebih kepada ketidakpedulian

Tayang:
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Riana Dewi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus kekerasan yang terjadi di Sampang, Madura bukan lagi karena masalah keluarga atau aliran. Namun, lebih kepada ketidakpedulian pemerintah terhadap kaum minoritas.

Hal ini disampaikan dalam talkshow yang diadakan DPD RI mengenai Kaum Minoritas, Mazhab Syiah, dan Hak Warga, Jumat (31/8/2012).

"Proses demokrasi selama ini dipaksakan ke mayoritas, dan suara kaum minoritas kurang didengarkan. Pemerintah harus mempertimbangkan suara kelompok lain," tutur Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif MAARIF Institite for Culture and Humanity.

Fajar menambahkan selama ini, pemerintah terkesan ditekan kelompok mayoritas. Hal ini bertentangan dengan janji negara dalam konstitusi, bahwa semua masyarakat memiliki hak suara yang sama.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa kelompok penganut mazhab Sunni menyerang kelompok Syiah, karena dianggap sesat. Penyerangan itu menewaskan dua warga.

Dalam talkshow tersebut hadir juga mantan Ketua Komite III DPD RI, Istibsyaroh dan Rusdi Mathari, freelance journalist. Acara berlangsung di pressroom DPD RI, pukul 10.00 pagi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved