Penangkapan Terduga Teroris
Polisi Temukan Bom dan Buku Jihad
Sementara di rumah tersangka lainnya yaitu K (43), polisi menemukan sejumlah bom aktif yang siap digunakan.
Baca juga di Tribun Jakarta Digital
TRIBUNNEWS.COM,SOLO - Dalam penggeledahan yang dilakukan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) terhadap sejumlah rumah terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri, polisi menyita bom cair dan empat bom pipa aktif beserta sejumlah bahan peledak lainnya.
Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, menjelaskan di kediaman Baderi (BH) di Desa Griyan Pajang, Laweyan, polisi menemukan 11 detonator, pipa casing yang digunakan untuk bom pipa, dan bahan kimia.
"Polisi juga menemukan pupuk urea, belerang, dan sejumlah buku tentang jihad," kata Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (22/9/2012).
Sementara di rumah tersangka lainnya yaitu K (43), polisi menemukan sejumlah bom aktif yang siap digunakan. "Yang ditemukan bom cair atau nitrogliserin, bom pipa aktif ada empat unit, bahan campuran untuk bahan peledak, dan black powder," ungkap Boy.
"Kami masih ada satu lokasi lagi yang belum digeledah," jelas Boy.
Seperti diketahui, selain menangkap RK dan BH, Densus88 juga menangkap enam terduga teroris lainnya di wilayah Solo. Keenam terduga teroris yang ditangkap Densus88 memiliki inisial K berusia 43 tahun, IV (30), N (46), FN (18), BN (28), dan T (29).
- Ini yang Ditemukan Densus 88 di Rumah Terduga Teroris
- Densus 88 Tangkap Seorang Mahasiswa Tekhnik Elektor UMS
- Durrahman Ditangkap Densus 88 Saat Sibuk Memotret
- Terduga Teroris yang Ditangkap di Solo Masih Kelas 3 SMU
- Badri dan Khumaidi Kerap Menerima Tamu Asing
- Badri Dicokok Densus 88 Usai Shalat Subuh