KSAL: Kapal yang Terbakar di Banyuwangi Bukan KRI Klewang

Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Laksamana Soeparmo mengungkapkan KRI yang terbakar di dermaga

KSAL: Kapal yang Terbakar di Banyuwangi Bukan KRI Klewang
SURYA/Edhi Prasetyo
Warga menyaksikan KRI Klewang milik TNI AL yang baru diresmikan peluncurannya sebulan lalu, ludes terbakar di Pangkalan AL Banyuwangi pukul 15.15 WIB, Jumat (28/9/2012). Satuan unit kapal PMK dan perahu karet tidak mampu menyelamatkan kapal senilai 114 miliar itu. (Surya/Edhi Prasetyo)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Laksamana Soeparmo mengungkapkan KRI yang terbakar di dermaga pangkalan TNI-AL Banyuwangi bukanlah KRI Klewang.

Ia mengatakan kapal tersebut sebenarnya belum bernama. Nama KRI itu akan diberikan setelah serahterima dilakukan kepada TNI AL. Soeparmo mengatakan nama kapal tersebut nantinya akan diberikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

"Sebenarnya bukan KRI Klewang. Kapal itu belum dikasih nama, nanti Menhan yang akan beri nama resmi. Namun publik sudah menyebutnya sebagai KRI," kata Soeparmo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/10/2012) malam.

Soeparmo mengatakan kapal modern yang tidak terdeteksi radar itu dipesan TNI AL dan diluncurkan ke perairan pada 31 Agustus lalu. Namun, karena tidak ada dermaga yang layak untuk menambatkan
kapal perang tersebut, maka KRI Klewang-625 itu kembali ditambatkan di Dermaga milik TNI AL di Banyuwangi.

Dikatakan Soeparmo, TNI AL akan melakukan percobaan di dermaga dan juga di laut dengan menggunakan kapal ini pada 28 Agustus lalu. Namun dikarenakan belum adanya persiapan peralatan, percobaan tersebut terpaksa ditunda.

"Karena belum ada persiapan peralatan, lalu percobaan ditunda.  Sehingga tim dari Jakarta, terpaksa kembali ketempat semula. Namun saat kembali ke Banyuwangi dan ingin melakukan percobaan, kapal sudah terbakar," katanya.

Soeparmo mengungkapkan meski telah didatangkan pemadam kebakaran untuk mengatasi peristiwa musibah tersebut, kebakaran itu sulit diatasi. Pasalnya, angin yang berhembus di dermaga Banyuwangi tersebut amat kencang. Selain itu, bahan bakar kapal yang terbakar itu, sulit untuk diatasi.

Soeparmo mengatakan terjadinya kecelakaan kebakaran KRI itu masih diselidiki. Namun dugaan sementara terjadinya musibah itu akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Kebakaran sulit diatasi juga dikarenakan bagian dalam kapal itu baru selesai pengecatan.

Akibatnya, aroma tiner yang menyebar dari cat kapal itu menyebabkan kebakaran menjadi lebih cepat meluas. "Selama dua jam kapal terbakar. Sehingga tidak ada bekasnya lagi karena langsung tenggelam," ungkap Soeparmo.

Soeparmo meyakini dibalik peristiwa terbakarnya kapal itu, terdapat hikmah untuk TNI AL. Soeparmo mengaku pihaknya akan melakukan evaluasi atas peristiwa ini. "Untung belum diserahkan (ke TNI)," tutur Soeparmo.


Penulis: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved