Senin, 25 Mei 2026

Dugaan Korupsi di PLN

Komisi VII Kecewa Dahlan Iskan Absen di Paripurna

Komisi VII DPR kecewa kepada Dahlan Iskan, saat sidang paripurna, Kamis (25/10/2012).

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi VII DPR kecewa kepada Dahlan Iskan, saat sidang paripurna, Kamis (25/10/2012).

Itu karena Menteri Badan Usaha Milik Negara absen dalam rapat dengar pendapat, dengan panitia kerja Hulu Listrik.

Anggota Komisi VII DPR Toni Adrian Firman, kecewa dengan sikap mantan Dirut PLN. Ia pun menyampaikan protes kepada Ketua DPR Marzuki Alie.

Padahal, Komisi VII mengundang Dahlan Iskan sebagai mantan Dirut PLN, bukan sebagai Menteri BUMN, untuk dimintai keterangan tentang pemborosan di PLN.

"Kami menindaklanjuti audit BPK tentang PLN. Dua kali sudah memanggil Dahlan sebagai mantan Dirut PLN, tapi tidak hadir dalam rapat yang kami undang," kata Firman saat rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/10/2012).

Dahlan sudah dua kali tidak datang dalam rapat dengar pendapat. Padahal, DPR telah memanggil sejumlah pemangku kepentingan di sektor hulu listrik, termasuk Dahlan Iskan, terkait Pengelolaan PT PLN yang tak efisien.

Audit BPK menyatakan, PLN boros Rp 37 triliun pada 2009-2010, hanya karena membakar BBM di pembangkit listrik tenaga gas.

Daryatmo, anggota Komisi VII lainnya, juga meminta kepada Marzuki, agar Panja Hulu Listrik tetap dapat bekerja selama masa reses, yang dimulai 26 Oktober 2012.

"Kami ingin melaporkan bahwa panja sangat bersungguh-sungguh melakukan tugasnya. Kami mengusulkan bila pada masa reses, Panja Hulu Listrik dan Komisi VII menindaklanjuti hasil audit BPK tentang ketidakefisienan PLN sebanyak Rp 37,6 triliun," tutur politisi PDIP.

Ketua DPR Marzuki Alie menyetujui permintaan panja.

"Kalau mau diadakan rapat kerja saat reses, silakan sampaikan surat resmi ke pimpinan," ucap Marzuki. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved