Rabu, 29 April 2026

Penangkapan Terduga Teroris

Dipertanyakan Penanganan Terorisme yang Terus Muncul

Sudah lebih dari sepuluh tahun terorisme telah diperangi, namun selama itu pula, terorisme tidak juga berakhir

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Sudah lebih dari sepuluh tahun terorisme telah diperangi, namun selama itu pula, terorisme tidak juga berakhir. Hingga akhirnya banyak pihak termasuk anggota komisi III DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra bertanya-tanya.

Apalagi menurut Indra, di Indonesia ada lembaga dan tim khusus untuk memerangi terorisme, yakni BNPT dan Densus 88. Namun lagi-lagi justru membuat semakin marak  terorisme.

"Dalam benak saya pun penuh tanya, kenapa terorisme terus ada dan bahkan terkesan berkembang? Sudah lebih dari 10 tahun sejak proyek memerangi terorisme dijalankan, namun terorisme tidak ada habisnya," ungkap Indra, kepada Tribunnews, Sabtu (27/10/2012).

Politisi PKS ini menyikapi persoalan terorisme yang hingga Sabtu (27/10/2012) Polri merilis sedikitnya ada 11 orang telah ditangkap dalam operasi penyergapan Tim Densus 88 Antiteror Polri di Madiun, Solo, Bogor, dan Jakarta.

Ia yakin ada akar persoalan dari terorisme yang selama ini tidak terselesaikan. Apabila penanggulangan terorisme masih sepert ini yang terkesan berorientasi proyek dana asing dan terus menyudutkan atau mengkambing-hitamkan salah satu agama atau kelompok, maka terorisme tidak akan hilang di Indonesia.

Indra kemudian meminta kejujuran pemerintah dalam mengungkap dan menganalisa sumber dan latar belakang tindakan terorisme. Ditegaskan, sudah  terang-benarang bahwa ketidakadilan, diskriminasi, kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kegeraman masyarakat atas prilaku korup. 

Kemudian, prilaku menyimpang dari pemerintah dan beberapa elit bangsa, merupakan salah satu sumber lahirnya kekecewaan dan kefrustasian seseorang.

Indra juga menilai, ketika sikap frustasi masyarakat saat ini diperalat dengan dokrin-doktrin sesat dan ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik tertentu, sangat bisa memunculkan teroris-teroris baru.

"Oleh karena itu pemerintah harus bisa menjawab dan menjelaskan kepada kita semua beberapa gejala dan fakta selama ini. Seperti kenapa terorisme biasanya marak menjelang pemilu?" tegasnya. 

"Kenapa terorisme biasanya marak menjelang datangnya pejabat dari negara donor program penangulangan terorisme? Kenapa terorisme biasanya marak ketika ada isu atau skandal besar menguncang pemerintahan? Dan sebagainya," katanya lagi,

Apabila pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab dan dijelaskan, maka menurutnya, jangan salahkan apabila muncul agapan bahwa isu terorisme tidak akan pernah berakhir.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved