Indonesia Baru Punya 1.600 Dokter Ahli Mata
Hingga saat ini Indonesia baru memiliki 1.600 dokter ahli mata,
TRIBUNNEWS.COM JAKARTA – Hingga saat ini Indonesia baru memiliki 1.600 dokter ahli mata, dengan terbatasnya dokter ahli mata ini menyebabkan terbatasnya penanganan penderita katarak.
Selain masih terbatasnya jumlah dokter mata yang sekitar 54 % berada di pulau Jawa menurut Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (PERDAMI) Prof Dr dr Nila F Moeloek saat menghadiri penutupan bakti sosial operasi katarak gratis 12.000 pasien oleh Wakil Presiden Prof Dr Boediono di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta, Jumat (7/12/2012), peralatan yang mahal juga menjadi salah satu kendala dalam menangani operasi katarak, disamping tentunya jumlah anggaran untuk pelaksanaan operasi.
Diutarakan Nilai , sebagai gambaran peralatan yang dipergunakan untuk melakasanakan operasi seperti mikroskop ini harganya mencapai Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar
.
Sementara pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Hidayat , untuk biaya operasi katarak untuk 12.000 pasien selama tahun 2012 biaya untuk dokter mencapai Rp 37,5 miliar, untuk Rumah Sakit 25 miliar, sedang PT Sidomuncul selaku pelaksana baksos operasi katarak gratis dengan menggandeng Perdami, serta berrbagai lembaga lainnya mengeluarkan dana sebesar Rp 12 miliar.
Tahun 2012 bakti sosial Sidomuncul menargetkan dapat melakukan operasi katarak terhadap 12.000 pasien, namun menjelang penutupan akhir tahun 2012 menurut Irwan jumlah penderita katarak yang bakal dioperasi mencapai 12.840 pasien. “ Sehingga total keseluruhan pasien penderita katarak yang berhasil dioperasi tahun 2011 dan tahun 2012 mencapai 18.068 pasien.
Baksos operasi katarak yang dilakukan Sidomuncul bersama Perdami sejak tahun 2011 telah dilaksanakan di 25 provinsi, 105 kota melalui 140 rumah sakot. Sedang daerah yang memperoleh bantuan operasi katarak gratis meliputi Aceh, Sumut, Dumbar, Sumsek,Lampung , Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau,Jatim, Jabar, Jateng, DIY, Bali, DKI Jakarta, Kepulauan Bangka Belitung, NTB, NTT Maluku Utara, Sulsel, Sulut, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Kalsel dan Kaltim.