Konflik Partai NasDem
AS Hikam Sebut Partai Nasdem Otoriter
memperlihatkan upaya pemulihan kembali paradigma dan sistem politik otoriter.
Editor:
Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik AS Hikam menyebut partai NasDem partai otoriter. Jargon 'Restorasi' yang digaungkan mereka memperlihatkan upaya pemulihan kembali paradigma dan sistem politik otoriter.
"Maka tidak mengherankan jika NasDem sangat mengedepankan pendekatan dari atas dan menyirik perbedaan pendapat," ujarnya di Jakarta, Rabu(23/1/2013).
Terlebih lagi kata Hikam dirinya sempat mengetahui adanya ancaman terhadap Ketua DPW Partai Nasdem Jabar Rustam Effendi. Rustam mengaku didatangi preman dan meminta untuk menandatangani dukungan pencalonan Surya Paloh menjadi ketua umum.
"Kalau informasi Rustam Effendi (RE), Ketua DPW NasDem Jabar sahih, maka tesis dasar saya mengenai partainya Surya Paloh (SP) itu makin terbukti," ujar eks Menristek ini.
Karena itulah lanjut AS Hikam masyarakat harus menolak adanya upaya pengembalian politik otoriter seperti yang terjadi pada masa-masa sebelumnya.
"Rakyat Indonesia sudah seharusnya menolak 'restorasi' sistem politik otoriter dan/atau pembentukan kembali rezim yang berparadigma sama. Reformasi dan demokratisasi harus terus berlanjut, bukan diputar kembali ke masa lalu," tegas mantan Menristek ini.