Presiden PKS Terlibat Suap
Luthfi Pesan Anis Bawa PKS Tiga Besar
Luthfi mengaku tidak mempersoalkan naiknya Anis sebagai penerus Presiden PKS.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kendati tersandung dugaan suap impor daging sapi dan tak lagi menjabat sebagai Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq menerima seratus persen penggantinya adalah mantan sekjen, Anis Matta. Luthfi mengaku tidak mempersoalkan naiknya Anis sebagai penerus Presiden PKS.
Sebagai kader, Luthfi mengakui sosok Anis pas untuk membawa partai kader ini masuk sebagai pemenang pemilu 2014.
"Dia dalam posisi sebagai kader PKS tentu ikut sebagai kebijakan partai. Kata dia, kita bekerja secara sistem. Bukan karena orang," ujar pengacara Zainuddin Paru, yang menerangkan kliennya mendukung Anis, kepada Tribun di Jakarta, Sabtu (2/2/2013).
Usai menjalani pemeriksaan dan langsung ditahan di Rumah Tahanan Militer, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2013), Luthfi memilih fokus pada masalah hukum yang dialaminya sehingga menyampaikan surat pengunduran diri ke partai.
Kepada penggantinya, Zainuddin melanjutkan, Luthfi sempat memberikan pesan untuk diteruskan semua kader."Beliau tetap meminta PKS tetap tiga besar dalam Pemilu 2014 nanti," ungkap Zainuddin.
Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Luthfi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap impor daging sapi. Ia diduga menerima uang Rp 1 miliar dari PT Indoguna Utama, lewat asistennya, Ahmad Fathonah, yang ditangkap KPK pada Selasa.