Kamis, 21 Mei 2026

Peninggalan PKI di Jakarta

Pemberlakuan Jam Malam di Jalan Kramat V

Usianya yang masih anak-anak saat itu, tentu saja tak mengenakkan.

Tayang:
Editor: Rachmat Hidayat

Laporan Wartawan Wartakotalive.com : Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Usai penggerebekan Gedung-Gedung Basis PKI di Jalan Kramat V pada 1 Oktober 1965, Lanni kembali mengingat-ingat, jam malam diberlakukan. Usianya yang masih anak-anak saat itu, tentu saja tak mengenakkan.

Saksi lainnya, Rahmat (60). Ia kini menjadi ketua RT 3/9 di Jalan Kramat V, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, tiba di Jakarta pada bulan Oktober 1965 juga bercerita tentang peristiwa 1 Oktober 1965. Rachmat mengaku, kedatangannya ke Jakarta untuk menimba Ilmu sekolah pertama. Dia datang di Karawang.

Rahmat bisa tinggal di Jalan Kramat V, lantaran Kakaknya adalah anggota polisi yang bertugas jaga di eks lokasi basis PKI tersebut. Menurut Rahmat, ketika ditemui akhir Februari, paling tidak mengenakan adalah berlakunya jam malam. Dia sudah mesti kembali pukul 20.00 ke rumahnya.

"Padahal, saya masih SMP. Saya punya banyak teman, dan biasanya kami ingin juga jalan-jalan malam. Cukup menyiksa juga saat itu sebenarnya," ujar Rahmat.

Biasanya, di malam hari, sambil menunggu kantuk datang, Rahmat bermain gundu atau mendengarkan radio. Kenangan tak mengenakkan saat diberlakukannya jam malam juga diceritakan oleh Eni Kewas (80). Di tahun 1965, usia Eni baru 27 tahun. Ketiga anaknya pun masih kecil-kecil.

Eni mengenang, ketika jam malam, paling tak enak lantaran dia menumpang di rumah tetangga. "Bayangkan saja, Anda tidur menumpang di rumah tetangga, mata belum mengantuk dan mesti terus berbasa-basi sampai kami semua akhirnya terlelap. Kami sudah harus masuk rumah pukul 08.00," kata Eni.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved