Minggu, 26 April 2026

Cuma Satu Fotografer Memotret Soeharto Sebelum Mengundurkan Diri

Lima belas tahun lalu, 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Kekacauan dan kerusuhan berhenti

Editor: Johnson Simanjuntak

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lima belas tahun lalu, 21 Mei 1998, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Kekacauan dan kerusuhan berhenti setelah Soeharto mengundurkan diri.

Peristiwa itu termasuk peristiwa besar. Sebab Soeharto mengundurkan diri setelah belum lama dilantik jadi Presiden. Itu adalah tahun ke-32 Soeharto memimpin Indonesia.

Namun, hanya ada seorang fotografer yang memotret apa yang dilakukan Soeharto satu menit sebelum pengunduran diri.

Polah Soeharto satu menit sebelum mengundurkan diri ini menjadi foto cover buku 'Politik Huru Hara Mei 1998' yang kembali diluncurkan pada Selasa (21/5/2013).

Di cover buku itu, Soeharto tampak mengenakan baju setelah warna abu-abu. Dia memakai peci hitam dan tengah melirik jam tangannya sambil berdiri. Satu menit setelah melirik jam tangannya, Soeharto mengundurkan diri.

Fadli Zon mengatakan, pemotretnya adalah Asrian Mirza, yang pada tahun 1998 menjadi wartawan yang bertugas di Istana.

Menurut Fadli Zon, hanya Asrian Mirza yang memotret momen itu. Bahkan, saat memotret, Asrian Mirza dihalang-halangi oleh Paspampres. Makanya ada bayangan tangan di baju Soeharto. Bayangan itu adalah bayangan tangan anggota Paspamres yang menghalangi Asrian Mirsa untuk memotret.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved