KSAD yang Baru Ingin Ubah Kultur Prajurit
KSAD Letnan Jenderal TNI Moeldoko, mengaku sudah punya arah dan program kerja, yakni tujuh butir arahan dari Presiden SBY.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala staf Angkatan Darat (KSAD)
Letnan Jenderal TNI Moeldoko, mengaku sudah punya arah dan program kerja, yakni tujuh butir arahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Tujuh hal yang saya pegang teguh untuk saya jalankan," ujar pengganti Jenderal Purn (TNI) Pramono Edhie Wibowo di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/5/2013).
Program utama KSAD yang baru dilantik Presiden SBY adalah bisa memelihara, meningkatkan, dan menjaga konsistensi program yang sekarang sudah sangat baik dibuat pendahulunya.
"(Prioritas) pasti memelihara dan meningkatkan profesionalitas prajurit," katanya.
TNI AD, lanjutnya, akan tetap konsisten seperti yang dilakukan pada Pemilu 2009, yakni menjaga netralitas. Sedangkan di bidang keahlian prajurit, akan terus ditingkatkan dengan alutsista yang dimiliki saat ini.
"Apa yg telah dilakukan pendahulu saya sungguh membesarkan hati dan membahagiakan prajurit saya. Itu yang harus kami tingkatkan dari waktu ke waktu," cetusnya.
Reformasi di tubuh TNI AD, menurut Moeldoko, akan terus dilakukan dan semakin ditingkatkan lagi, agar ke depan kesatuan yang dipimpinnya semakin profesional.
Karena itu, ia juga akan menekan terjadinya penyimpangan oknum prajurit di lapangan. Evaluasi bidang pendidikan pun akan dilakukan, untuk mencapai tujuan TNI AD yang profesional.
"Saya evaluasi di bidang pendidikan. Kami lihat kembali, apakah ada sesuatu yang kurang pas saat mereka dijadikan prajurit pertama kali. Untuk pendidikan pembentukan, kemudian pendidikan pengembangan, mungkin di bidang ini ada sesuatu yang kurang pas. Ini yang akan saya evaluasi dengan serius, sehingga akan ada pembenahan," urainya.
"Saya ingin melakukan sebuah perubahan di bidang kultur prajurit. Itu yang akan saya lakukan," jelasnya.
Pelantikan dilakukan setelah presiden mengumumkan memilih Letjen TNI Moeldoko sebagai KSAD, Senin (20/5/2013). Terhadap KSAD yang baru, presiden menyampaikan tujuh pesan khusus.
Pesan pertama, kata Pramono, melanjutkan kepemimpinan dan manajemen TNI, yang saat ini sudah berada di jalur yang benar.
TNI yang diharapkan oleh rakyat adalah TNI yang profesional. Karena itu, perlu adanya kemantapan dalam mengemban tugas yang dipikul negara pada TNI.
"Ini juga pesan dari presiden agar dilanjutkan, ditingkatkan, disempurnakan, baik dalam penyusunan kekuatan dan kemampuan, termasuk di dalamnya adalah moderenisasi alutsista yang sedang kita jalankan, khususnya TNI AD," tutur Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5/2013).
Hal ketiga yang disampaikan presiden, terkait masalah kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Ini seiring dengan apa yang menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya, yaitu dengan gaji yang selalu mengikuti perkembangan ekonomi.
"Juga perumahan, pendidikan, dan pembangunan markas-markas TNI di daerah-daerah," imbuh ipar SBY.
SBY juga berpesan agar kekuatan TNI memiliki kedekatan atau bersama-bersama rakyat.
"Beliau (Presiden) berpesan, lanjutkan apa yang sudah dikerjakan saat ini, karena tanpa bantuan rakyat, mungkin kita sulit menjadi kuat," tutur Pramono.
Presiden juga tidak lupa berpesan agar menjaga kekompakan internal TNI AD, TNI dengan rakyat dan TNI AL, TNI AU, serta Kepolisian. Pesan SBY selanjutnya, agar langkah-langkah dalam penertiban pengadaan alutsista dan keuangan, harus dilakukan transparan.
"Harus dilaksanakan secara transparan, terbuka. Sehingga, tidak ada kesan penggunaan anggaran yang kurang tepat. Ini harapan beliau, sehingga dalam hal ini tetap dilanjutkan oleh Jenderal Moeldoko," bebernya.
Menghadapi Pemilu 2014, presiden juga menekankan TNI AD netral dan tidak berpolitik praktis.
"Sebetulnya, ini sudah ditunjukkan saat pelaksanaan Pemilu 2009. Kalau 2009 bisa, kenapa 2014 tidak bisa? Itu ditekankan oleh beliau lagi, dengan harapan netralitas TNI AD tetap terjaga," cetusnya. (*)