Selasa, 9 Juni 2026

KPK: Ideologi Parpol Masih Pragmatis

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, parpol di Indonesia kini tidak memiliki ideologi yang jelas.

Tayang:

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Leonard AL Cahyoputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengatakan, partai politik (parpol) di Indonesia kini tidak memiliki ideologi yang jelas.

Meski, pernyataan itu ia ungkapkan dalam ruang lingkup hipotesis pihaknya.

"Sekarang ideologi parpol itu apa?" Tanya Busyro saat berbicara di Lokakarya Junarlis Antikorupsi bertema 'Konsep dan Kerangka Kerja Sistem Integritas Nasional (SIN)" di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/5/2013).

Dalam pandangan KPK, paparnya, parpol yang berkompetisi lima tahunan terjerumus dalam ideologi pragmatis, dengan mengedepankan keuntungan semata.

"Ini yang masih bermasalah. Value-nya yang mengonfirmasi ke kami," imbuh Busyro.

Dari paradigma yang pragmatis tersebut, lanjut Busyro, sistem feodalistik menjamur di setiap kementerian dan lembaga negara, dengan mengedepankan ajudan dan bawahan untuk menyetorkan upah kepada atasannya.

Bahkan, korupsi yang terorganisasi sudah menjadi budaya di beberapa lembaga negara dan kementerian.

"Itu tercermin seperti dalam kasus PON Riau, Madina, dan Semarang," tutur Busyro. (*)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved