Dinamit Hilang

250 Dinamit Kemungkinan Hilang di Tangerang dan Bogor

Kemungkinan barang berbentuk seperti sosis tersebut hilang pada saat truk melintas Cisauk-Cigudeg

250 Dinamit Kemungkinan Hilang di Tangerang dan Bogor
TRIBUNNEWS/Abdul Qodir
Truk berjalan dari Polsek Cigudeg ke lokasi proyek PT Batu Sarana Persada (BSP) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/6/2013). Truk dengan bagian terpal rusak tersebut menjadi barang bukti kepolisian setelah muatan 250 dinamit hilang dalam perjalanan dari gudang PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) di Subang menuju lokasi tambang PT Batu Sarana Persada (BSP) di Cigudeg, Bogor.

Laporan Wartawan Tribunnews.com Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil pemeriksaan saksi-saksi terhadap hilangnya 250 dinamit mulai menunjukan posisi dimana bahan peledak tersebut hilang. Kemungkinan barang berbentuk seperti sosis tersebut hilang pada saat truk melintas Cisauk-Cigudeg.

Kepala Bagian Produksi dan Dokumentasi Divisi Humas Polri Kombes Pol Hilman Thayib menjelaskan bahwa anggota brimob yang mengawal empat truk pengangkut bahan peledak,lima anggota STPM yang melakukan penjagaan, empat sopir, satu transporter, satu kepala teknis, serta tiga orang pekerja  PT BSP sudah didengar keterangannya.

"Kemungkinan (dicuri antara) Cisauk (Tangerang, Banten) dan Cigudeg (Bogor, Jawa Barat) adalah tempat dimana dua dus berisi dinamit itu hilang. Di situ juga lokasi rawan bajing loncat," kata Hilman.

Hasil penuturan saksi, sebelum sampai ke Merunda, Jakarta Utara, truk pengangkut bahan peledak untuk tambang batu tersebut sempat singgah lima kali. Pertama truk berhenti di Kalijati, Subang, Jawa Barat untuk membeli makan.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke arah Purwakarta dan berhenti untuk mengisi bahan bakar. Selanjutnya truk melanjutkan perjalanan melalui tol Cikampek menuju Marunda, Jakarta Utara dan berhenti di Marunda untuk istirahat sejenak.

Lalu, empat truk tersebut bergerak kembali ke arah Cigudeg melalui Legok, Tangerang dan Parung Panjang, Bogor. Keempat truk tiba di gerbang BSP sekitar pukul 04.30 WIB. Karena masih gelap, pengemudi dan petugas pengawalan beristirahat di area gudang PT BSP.

"Pukul 06.30 pengemudi memeriksa kardus yang ada dibelakang dan kedapatan terpal penutup barang dalam keadaan robek. Karena curiga, pengemudi dan petugas menghitung ulang kardus. Ternyata dinamit berkurang dua kardus," terang Hilman.

Hingga saat ini kepolisian sudah melakukan dua kali rekonstruksi pengangkutan bahan peledak tersebut. Namun, barang berbahaya tersebut belum diketahui keberadaannya.

250 dinamit hilang dalam perjalanan dari Subang ke Bogor, Jawa Barat. Hilangnya bahan peledak tersebut dimulai dengan diangkutnya amonium nitrat sebanyak 30 ribu kilogram, dinamit 2 000 kilogram, dan detonator listrik 4 000 biji dari gudang PT Multi Nitroma Kimia (PT MNK) dari Subang Jawa Barat ke gudang PT Batu Sarana Persada (PT BSP) yang berada di Bogor, Jawa Barat,  Rabu (26/6/2013) sekitar pukul 14.00 WIB.

Ternayata bahan peledak tersebut tidak langsung dibawa ke Bogor, tetapi truk terlebih dahulu membawa bahan peledak ke Gudang PT MNK di Marunda, Jakarta Utara. Pengangkutan bahan peledak dari Subang dilakukan dua kali ke Marunda, dua truk lebih dahulu berangkat ke Marunda, kemudian baru dua truk lagi berangkat ke Maunda.

Setelah semua berkumpul di Marunda kemudian empat truk pengangkut bahan peledak tersebut berangkat ke Bogor melalui jalur tol Jagorawi secara konvoi.

Setibanya di Bogor tempat gudang PT BSP, Kamis (27/8/2013) pagi kemudian barang diturunkan dan dihitung ternyata ada kekurangan dua dus dinamit yang berisi 250 batang dinamit seberat 50 kilogram. Telihat pada truk yang mengangkut barang tersebut yang kebetulan berada paling belakangan ada sobekan terpal sepanjang kurang lebih satu meter.

Diduga barang tersebut dicuri dengan cara merobek terpal penutup bak truk sebelum diambil barangnya. 

Saat ini tim gabungan Polres Bogor, Polda Jabar, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri tengah menyelidiki hilangnya 250 dinamit aktif tersebut. Hilangnya 2 dus dinamit seberat 50 kilogram tersebut diketahui sekitar pukul 07.30, Kamis (27/6/2013).

Penulis: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved