LBH: Kerusuhan Lapas Terjadi karena Over Kapasitas

melainkan karena kelebihan jumlah tahanan

LBH: Kerusuhan Lapas Terjadi karena Over Kapasitas
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
Personil TNI melakukan penjagaan pasca kebakaran gedung Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Labuhan Ruku di Kabupaten Batubara, Sumut, Senin (19/8/2013). Terbakarnya gedung LP Labuhan Ruku akibat kerusuhan antara sipir dan narapidana tersebut menyebabkan 30 narapidana melarikan diri. (TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI)

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyatakan kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang terjadi di Tanah Air bukan hanya dari faktor keamanan, melainkan karena kelebihan jumlah tahanan.

"Kerusuhan yang terjadi di Lapas karena over capacity warga binaan," kata Wakil Direktur LBH Restaria Hutabarat di Kantornya, Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Restaria menuturkan, berdasarkan data Ditjen Pemasyarakatan dari 33 Kanwil Provinsi, 28 diantaranya mengalami over capacity tahanan atau narapidana.

Tempat penahanan yang secara khusus dinyatakan sebagai rumah tahanan negara masih tetap jumlahnya yaitu sebanyak 264. Namun jumlah tersebut mengalami penurunan dari sebelumnya sebanyak 291 rumah tahanan.

"Rumah tahanan tidak bertambah, justru narapidana yang bertambah. Sejak 2007 ada 86.550 narapidana pada 2013 meningkat menjadi 108.143 narapidana," ujarnya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved