Hari Pahlawan

Dua Mahasiswa UI Upacara Hari Pahlawan di atas Kapal Perang

Ada nuansa berbeda dirasakan Febriana dan Arif Nur Setiawan, kala mengikuti upacara Hari Pahlawan, Minggu (10/11/2013).

Dua Mahasiswa UI Upacara Hari Pahlawan di atas Kapal Perang
Tribunnews.com/Yogi Gustaman
KRI Makassar bersandar di Pelabuhan Internasional Tanjung Priok, usai membawa penumpang melaksanakan upacara Hari Pahlawan di Teluk Jakarta, Minggu 10 Oktober 2013 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada nuansa berbeda dirasakan Febriana dan Arif Nur Setiawan, kala mengikuti upacara Hari Pahlawan, Minggu (10/11/2013) hari ini.

Pasalnya, untuk kali pertama, kedua utusan mahasiswa Universitas Indonesia ini mengikuti upacara di KRI Makassar, di lepas pantai Teluk Jakarta.

Kepada Tribunnews.com seusai turun dari KRI Makassar, Jakarta, Minggu, Febriana mengakui sangat menikmati upacara yang dipimpin Inspektur Upacara Ketua DPD RI, Irman Gusman.

Sebabnya, mengikuti upacara di atas kapal perang membuat dirinya merasa berbeda saat memperingati Hari Pahlawan yang tiap tahun dirayakan pada 10 November.

"Tadi upacaranya lumayan khidmat. Biasanya kita upacara di daratan, sekarang berbeda. Apalagi upacaranya bareng jenderal langsung, jadi merasa terhormat. Lain kali, kalau kembali diundang, senang banget. Kan jarang-jarang juga," ujar Febriana.

Mahasiswi semester tujuh jurusan Sastra Prancis ini mengaku beruntung, karena menjadi utusan kampus dan teman-temannya. Meski sinar matahari di atas Teluk Jakarta lumayan terik, perempuan asal Solo ini lebih bersemangat karena di antara peserta upacara ada veteran perang kemerdekaan.

"Alhamdulillah tadi upacaranya berjalan lancar, dan tidak ada yang pingsan. Kalau mereka yang tua saja kuat, masa yang muda tidak kuat," cerita Febriana, diamini Arif yang berbeda jurusan dengannya di UI.

Sementara Arif mengakui, yang membedakan mengikuti upacara di atas kapal adalah soal mediumnya. Kalau di daratan, melakukan tabur bunga di atas pusara para pahlawan, kali ini acara tabur bunga di atas laut.

"Mungkin ini membuat nuansanya berbeda. Kalau jalannya upacara sih sama," timpal Arif.

Penulis: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved