Breaking News:

Rusuh di Gedung MK

Hamdan Zoelva Minta Polisi Cari Otak Perusuh di MK

Kepolisian hingga kini masih kesulitan mengungkap siapa otak kerusuhan di Mahkamah Konstitusi (MK)

Editor: Sanusi
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Petugas mengamankan sejumlah pria yang diduga sebagai pelaku kerusuhan yang terjadi siang tadi di Gedung Mahkamah Konstitusi di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Kamis, (14/11/2013). Sidang sengketa Pilgub Maluku 2013 di Mahkamah Konstitusi (MK) rusuh setelah salah satu pendukung calon gubernur mengamuk saat Hamdan Zoelva membacakan putusan pertama dari empat keputusan yang menolak gugatan tersebut pemohon. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian hingga kini masih kesulitan mengungkap siapa otak kerusuhan di Mahkamah Konstitusi (MK) saat pembacaan putusan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) kepala daerah Maluku.

Meski belum ketemu otak kerusuhan tersebut, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva, mengatakan pihaknya percaya akan kinerja kepolisian.

"Ya kami serahkan sepenuhnya bagaimana cara kerja mereka. Polisi sudah profesional, kita serahkan," ujar Hamdan kepada wartawan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Senin (2/12/2013).

Hamdan menambahkan, kepolisian harus mencari otak kerusuhan tersebut jika tindakan itu direncanakan sejak awal.

"Sekali lagi kita kepada kepolisian, kalau memang itu ada yang merencanakan itu, saya minta dicari dari awal. Kalau memang itu. Sekali lagi kami serahkan ke polisi karena ini adalah kewenangan polisi," tegas Hamdan.

Sekedar informasi, Polda Metro Jaya hingga kini masih memburu lima pelaku kerusuhan yang masih buron. Polisi telah menetapkan tiga tersangka atas aksi anarkisme yang mencoreng dunia peradilan di Indonesia itu.

"Sementara ini keributan itu hanya aksi spontan mereka yang tidak terima dengan hasil sidang. Kami belum temukan siapa otaknya," kata Kepala bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, kemarin.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved