Minggu, 19 April 2026

IPW Pertanyakan Kemampuan Polisi Atasi Aksi Geng Motor dan Balap Liar

Dari data IPW, sepanjang tahun 2013 Polri ternyata belum mampu memberantas aksi-aksi geng motor maupun balapan liar di seluruh wilayah Indonesia

Penulis: Bahri Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti kemampuan kepolisian untuk menangani secara tegas aksi geng motoor yang dinilai sudah sangat meresahkan warga.

Dari data IPW, sepanjang tahun 2013 Polri ternyata belum mampu memberantas aksi-aksi geng motor maupun balapan liar di seluruh wilayah Indonesia. Akibatnya, 68 orang tewas dan 45 luka-luka di tahun 2013, termasuk ada 10 polisi luka-luka akibat ditabrak anggota geng motor.

"Catatan Akhir Tahun 2013 Indonesia Police Watch (IPW) mengungkapkan, korban tewas yang terus berjatuhan di jalanan itu antara lain, 19 orang tewas dan 2 luka akibat ulah geng motor, yang satu di antaranya adalah polisi tewas akibat dikeroyok anggota geng motor di Medan," ujar Neta S Pane dalam keterangannya, Rabu (25/12/2013).

Polisi korban geng motor itu adalah Briptu Robert Marisi Silaen (35). Anggota Brimob itu tewas Jumat (10/5/2013) pukul 03.00 WIB setelah dikeroyok kelompok geng motor di Jalan Sei Serayu, Medan.

Neta menyebut korban terbanyak akibat ulah geng motor terjadi di Jawa Barat, ada 8 peristiwa yang menyebabkan 8 orang tewas. Setelah itu menyusul Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang masing-masing terjadi tiga peristiwa dengan jumlah korban tewas masing-masing tiga orang.

Selain itu yang tidak kalah ganasnya merenggut nyawa manusia adalah aksi balapan liar. Di sepanjang 2013 ada 49 orang tewas dan 33 luka akibat ulah anak-anak muda yang menjadikan jalan raya sebagai arena balapan liar.

"DKI Jakarta tergolong sebagai daerah paling rawan balapan liar. Sepanjang 2013 di Jakarta ada 7 kecelakaan di arena balapan liar yang menyebabkan 9 orang tewas dan 11 luka," tuturnya.

Posisi kedua ditempati Sulsel. Ada 6 peristiwa kecelakaan yg menyebabkan 8 tewas dan 3 luka. Posisi ketiga adalah Jatim, dgn lima peristiwa yg menyebabkan 9 tewas dan 5 luka. Posisi keempat adalah Jabar dgn 4 kecelakaan yg menyebabkan 9 orang tewas dan 4 luka.

"Sebagian besar korban tewas akibat ulah geng motor itu umumnya anak-anak muda, berusia 13 hingga 24 tahun. Situasi ini, membuat kepolisian digugat publik dan dituduh seakan melepaskan tanggung jawabnya dalam memelihara ketertiban. IPW berharap di tahun 2014, Polri bisa bersikap tegas dalam menindak geng motor," katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved