Senin, 20 April 2026

Nazaruddin Tunggu Jawaban Yusril untuk Bongkar Korupsi Besar

Muhammad Nazaruddin mengaku kerap mendapat intimidasi selama menghuni Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpidana kasus Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin mengaku kerap mendapat intimidasi selama menghuni Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Intimidasi tersebut diungkapnya pasca dirinya bersedia membongkar sejumlah kasus dugaan korupsi di Indonesia.

"Karena merasa luar biasa dintimidasi, saya bikin surat ke Prof Yusril, saya pikir beliau orang yang punya jiwa kebangsaan dan paham hukum mau membantu saya mengungkap korupsi yang nilainya hampir Rp 6,4 triliun," kata Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (16/1/2014).

Menurut suami Neneng Sri Wahyuni itu, skandal korupsi yang mencapai Rp6,4 triliun itu, di antaranya adalah proyek Hambalang, proyek E KTP dan proyek pengadaan pesawat Merpati. Bahkan, sejumlah kasus korupsi itu diakuinya pernah dibeberkan ke penyidik KPK.

Mengacu hal itu Nazaruddin mengirimkan surat dua pekan lalu kepada Pakar Hukum Yusril Ihza Mahendra, yang intinya meminta kesediaanya mendampinginya mengungkap sejumlah kasus korupsi.

Kata mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut, surat itu sempat ditanggapi Yusril, namun belum menjawab apakah bersedia mendampingi.

"Beliau menjawab, kalau niatnya untuk mendampingi saya terkait kasus korupsi yang sekarang saya hadapi, beliau tidak mau, tapi kalau mau jujur mengungkap kasus-kasus besar, memberantas korupsi dan memperbaiki sistem, beliau akan pertimbangkan. Saya lagi menunggu jawaban beliau," kata Nazaruddin.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved