Kesetaraan Gender Mengalami Sedikit Perbaikan di Indonesia

Data Kesenjangan Gender sepanjang tahun 2013 yang dikeluarkan WEF menempatkan Indonesia pada urutan 95 naik dua peringkat dari tahun 2012.

Tribunnews.com, Jakarta -- Data Kesenjangan Gender sepanjang tahun 2013 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) menempatkan Indonesia pada urutan ke-95 dari 136 negara – naik dua peringkat dari tahun 2012.

Indonesia dinilai berhasil meningkatkan partisipasi dan peluang kaum perempuan dalam bidang ekonomi, serta mengalami kemajuan dalam upaya pemberdayaan politik kaum perempuan.

Menurut Deputi Menteri Bidang SDM dan Kebudayaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Nina Sardjunani selaku Sekretaris Tim Pengarah Tim Koordinasi Nasional Percepatan Pencapaian MDGs, terjadi peningkatan keterlibatan perempuan dalam kerja upahan di sektor non-pertanian dari 29.24 persen pada tahun 1990 menjadi 35.10 persen di tahun 2013. Hanya saja, hal ini belum dibarengi dengan kesamaan upah yang diterima pekerja perempuan dan laki-laki.

“Antara tahun 2000-2013, kecenderungan nilai kontribusi perempuan dalam kerja upahan di sektor non-pertanian, berfluktuasi pada kisaran 31.5 persen (tahun 2004) sampai 37.1 persen (tahun 2009),” jelas Sardjunani dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Jumat (7/3/2014).

Dijelaskan rata-rata upah buruh perempuan per bulan di sektor formal adalah Rp 1.427.717. Yaitu sekitar 77,7 persen dari jumlah yang diterima laki-laki, yaitu Rp 1.812.606.

Lebih lanjut, Sardjunani menuturkan bahwa kontribusi perempuan dalam pekerjaan upahan di sektor non-pertanian juga bervariasi antar-provinsi, antar-desa/kota, dan antar-golongan ekonomi.

Bila dirinci menurut provinsi, angkanya berkisar antara 44,8 persen dan 25,1, dimana Gorontalo berada pada peringkat teringgi dan Papua sebagai provinsi dengan jumlah kontribusi terendah. Karena menyangkut sektor non-pertanian, maka kontribusi perempuan kota lebih besar dari kontribusi perempuan perdesaan.

Selain itu, Sardjunani juga memaparkan capaian MDGs yang menggembirakan menyangkut isu kesetaraan gender ada pada bidang pendidikan. Pada tahun 2013, rasio Angka Partisipasi Murni (APM) kaum perempuan unuk jenjang SD sudah mencapai 99.81 persen. Bahkan rasio APM SMP, SMA, PerguruanTinggi dan rasio Angka Melek Huruf sudah melebihi target 100 persen.

“Variasi rasio Angka Melek Huruf kalangan remaja berusia 15-24 tahun antar perkotaan/perdesaan dan antar golongan ekonomi semuanya berada pada sekitar angka 100; ini berarti bahwa melek aksara sudah merata di antara remaja laki-laki/perempuan, di kota/desa, dan kelompok kaya/miskin” jelasnya.

(Andri Malau)

Tags
perempuan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved