Kepemimpinan

Prabowo: Tidak ada Kemakmuran dan Kesejahteraan Tanpa Perdamaian

Prabowo Subianto, menegaskan bahwa tidak ada kemakmuran dan kesejahteraan tanpa perdamaian, serta tidak ada perdamaian tanpa keadilan.

Warta Kota/Adhy Kelana
Raja Yordania Abdullah II bin al-Hussein al-Hashimiyah (kanan) didampingi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) saat menghadiri Nahdlatul Ulama Sufi Gathering di Jakarta, Rabu (26/2/2014). Kegiatan ini sebagai wujud antusiasme persahabatan dua komunitas muslim, Indonesia dan Negara Arab, untuk bersama-sama mengupayakan suasana keberagamaan yang toleran dan saling menghormati demi terwujudnya perdamaian dunia. (Warta Kota/Adhy Kelana) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, menegaskan bahwa tidak ada kemakmuran dan kesejahteraan tanpa perdamaian, serta tidak ada perdamaian tanpa keadilan.

"Yang terpenting saat ini adalah perdamaian yang hakiki," kata Prabowo dalam orasi politik di depan kader dan simpatisan di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis, (13/3/2014).

Dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, menyebutkan, kunjungan Prabowo ke Aceh dilakukan dalam rangka memeriahkan peringatan ulang tahun Partai Gerindra yang keenam. Prabowo didampingi Ketua Dewan Penasihat Partai Gerindra Aceh yang juga Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, dan sejumlah bupati dari berbagai kabupaten di Aceh.

Menurut Prabowo, dulu pihaknya dengan Gerakan Aceh Merdeka berlawanan. Tetapi sekarang bersatu demi kepentingan rakyat banyak. "Dan terus menjaga perdamaian yang hakiki,” katanya.

Di hadapan massa, Prabowo menyatakan terharu dan bahagia atas penyambutan yang dilakukan kader Partai Gerindra dan Partai Aceh. Prabowo juga menyampaikan kerja sama Gerindra dengan Partai Aceh adalah peristiwa sejarah yang sulit dibayangkan.

Prabowo mengaku senang partainya bisa melakukan kerjasama dengan Partai Aceh yang dipimpin Muzakkir Manaf. Meskipun dulu saat konflik Aceh, Ia dan Muzakkir Manaf selaku mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sempat berseberangan. Tapi kini keduanya menjadi saudara.

"Ini kejadian tidak masuk akal, dulu kita panglima, saling berseberangan. Bagaimana ini bisa terjadi, kalau bukan kehendak Yang Maha Kuasa, dua panglima yang saling berseberangan, kini bisa bersaudara," papar mantan Danjen Kopassus itu.

Selain itu, Prabowo juga mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik pada pemilu 9 April mendatang. "Jika tidak memanfaatkan hak pilih Anda dengan baik, maka bisa dimanfaatkan oleh orang lain. Jika orang baik diam-diam saja, maka yang akan memimpin Indonesia adalah orang yang tidak baik," katanya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved