Breaking News:

Pemilu 2014

Upaya Damai SBY kepada Mengawati

Susilo Bambang Yudhoyono kembali menyinggung hubungannya dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri

TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Foto Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berjabat tangan dengan Presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat, SBY. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kembali menyinggung hubungannya dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

 Hubungan keduanya dingin sejak 10 tahun terakhir. Upaya SBY untuk memperbaiki hubungannya dengan Mega dilakukan dengan berbagai cara, meski keduanya belum bertemu secara langsung.

Sinyal, hingga upaya pernyataan yang dilontarkan SBY untuk menarik simpati Mega. Berikut lima hal yag disinyalir upaya SBY untuk menjajaki jalan damai dengan Megawati:

1. Pertemuan orang dekat Mega dengan SBY di Istana Negara

Pada Rabu (23/4/2014), Presiden SBY melakukan pertemuan tertutup dengan pendiri Founding Fathers House (FFH) Suko Sudarso dan Sekretaris Jenderal FFH Syahrial Nasution di Istana Negara. Pertemuan dilakukan pada pukul 16.00 selama 75 menit.

Suko adalah salah satu tokoh senior GMNI dan juga pendukung kuat Bung Karno pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Selain itu, Suko adalah tokoh belakang layar yang mempertemukan Megawati dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

Peneliti FFH Dian Permata mengungkapkan, dalam pertemuan itu SBY mengungkapkan kepada Suko dan Syahrial bahwa dirinya selalu membuka diri untuk kembali berkomunikasi dengan Megawati. SBY pun mengenang pengalamannya saat menjadi Kassospol ABRI.

Saat terjadi perpecahan di tubuh PDI pada 1997, SBY yang masih berpangkat letnan jenderal dikenalkan oleh mantan Wakil Ketua Balitbang PDI-P Suko Sudarso dan Heru Lelono kepada Megawati.

Pertemuan berlangsung di salah satu tempat milik Mabes ABRI, Salemba, Jakarta Pusat. Itulah awal kebersamaan SBY dan Mega.

Ketika Megawati menjabat Presiden, SBY diangkat menjadi Menkopolsoskam kabinet Megawati-Hamzah Haz. Namun, hubungan ini menjadi kurang baik ketika Suko mengantarkan SBY maju sebagai calon presiden 2004.

Halaman
123
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved